Sepanjang 2018 Rudenim Belawan Deportasi 125 Imigran Gelap, Terbanyak Warga Srilangka

Rudenim sejak januari hingga desember sudah depirtase 125 orang ,rata-rata kasus mereka ini karena tidak diterima di negara ketiga tertahan di sini

Sepanjang 2018 Rudenim Belawan Deportasi 125 Imigran Gelap, Terbanyak Warga Srilangka
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Sebanyak 30 orang warga negara Bangladesh, yang akan dideportasi oleh melalui Kantor Imigrasi Belawan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Sepanjang tahun lalu, sejak Januari hingga Desember 2018, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan sudah mendeportasi 125 Imigran Gelap dari berbagai negara yang masuk ke wilayah hukum RI tanpa izin.

Adapun rinciannya adalah, Somalia 20 orang, Srilangka (67), Bangladesh (4), Afghanistan (8), Nepal (2), Iraq (6), Palestina (5), Cambodia/Kamboja (1), Sudan (1), Myanmar (3), dan Thailand 3 orang. Umumnya tujuan ke Indonesia sebagai pijakan pertama menuju negara ketiga.

"Rudenim sejak januari hingga desember sudah depirtase 125 orang ,rata-rata kasus mereka ini karena tidak diterima di negara ketiga tertahan di sini," ujar Kepala Rudenim Belawan Viktor Manurung.

Teranyar, Rudenim Belawan akan mendeportasi 30 Warga Negara Bangladesh yang ditangkap Polda Sumut di perairan Tanjung Tiram pada Desember 2018 lalu menuju Malaysia. 30 WN Bangladesh itu memasuki Indonesia menggunakan bebas visa untuk kemudian memasuki Malaysia dengan cara ilegal.

"Mereka masuk menggunakan bebas Visa sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No 21 tahun 2016 mereka masuk 30 orang ke Indonesia, yang mana tanggal 11 Desember 2018, dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Adisucipto jogjakarta 13 orang. Kemudian tanggal 12 Desember 2018, ada 11 orang dari Bandara Adisucipto, sehingga totalnya 24 dari sucipto dan terakhir pada 12 Desember 2018 ada 6 orang dari Bandara Ngurah Rai," ujarnya, Jumat (11/1/2019) pagi.

Kantor Imigrasi Belawan Deportasi 30 Orang Warga Negara Bangladesh yang Masuk Secara Ilegal

Punya Pengalaman jadi Asisten Pelatih Tim Nasional Edy Syahputra Bersedia Kawal PSMS Menuju Liga 1

Viktor menjelaskan proses deportasi 30 WNA tersebut dilakukan bertahap. 15 orang pertama akan diberangkatkan hari ini (11/1/2019) melalui bandara Kualanamu Medan, dengan Maskapai BatikAir. Kemudian sisanya (15 orang) akan diberangkatkan besok (12/1/2019).

UPDATE RONALDO PERKOSA KATHRYN MAYORGA, Polisi Las Vegas Minta Sampel DNA Ronaldo

Menyaru jadi Pembeli Anggota Polsek Lingga Bayu Amankan 6 Bal Ganja dengan Berat 23,6 Kilogram

"Rata-rata pelanggarannya ada overstay, tindak pidana, kejahatan narkotika, dan ada juga ilegal fishing," sambung Viktor lagi.

Hengki Pratama Curi Sepeda Motor, Barang Curian Langsung Digadaikannya Sebesar Rp 700 Ribu

Robby Abbas Mantan Muncikari Pernah Berbagi Sel dengan Saipul Jamil, Ini Ceritanya

Masih kata Viktor, saat ini Rudenim Belawan masih menampung sejumlah WNA Ilegal yang bermasalah. Ia menguraikan bahwa WNA tersebut diantaranya berasal dari WN Myanmar 32 orang, India (1), Iran (1), Amerika Serikat (1), Thailand (2), dan Srilanka (1) orang.

Medali Emas Pra-PON Bekasi jadi Pintu Masuk Athira Ikuti PON 2020 Papua: Enggak Dapat Ga Bisa Ikut

Caviar Rent Gown Sewakan Gaun Cantik dengan Harga Murah, Hasil Rancangan dari Disainer 4 Negara

Pengantin Wanita Nangis Minta Pulang saat Resepsi, Ternyata Ini Penyebabnya!

Miliki Teknik Kontrol dan Olah Bola Mumpuni jadi Penilaian untuk Bisa Bergabung di PS Bhinneka 

Terhadap sejumlah WNA yang sudah dideportasi dari Indonesia, Viktor melanjutkan keterangannya bahwa semuanya akan dicekal sehingga tidak boleh lagi masuk ke Indonesia dalam waktu 6 bulan setelah deportasi.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved