Zulfan Lakoni Penyemir Sepatu dan Sopir Angkot, Kariernya Berubah dengan Amalan Ini

Zulfan kecil lebih banyak mengenyam pengalaman hidup di jalanan, sembari membantu meringankan beban ekonomi.

Zulfan Lakoni Penyemir Sepatu dan Sopir Angkot, Kariernya Berubah dengan Amalan Ini
Ketua KPU Binjai periode 2018-2023, Zulfan Effendi ST 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Zulfan Efendi tidak pernah menyangka bisa menjabat sebagai Ketua Komisioner Pemilihan Umum Kota Binjai.

Zulfan kecil lebih banyak mengenyam pengalaman hidup di jalanan, sembari membantu meringankan beban ekonomi orang tuanya.

Usai salat Jumat berjemaah, (11/1/2019), di depan Kantor KPU Binjai, Zulfan menceritakan perjalanan hidupnya yang menginspirasi. Sejak kecil, Zulfan tumbuh lebih dewasa dibanding rekan sebayanya, terutama soal urusan bekerja dan mencari penghasilan sendiri, untum uang jajan.

"Dulu masih kecil, pas sekolah saya gak mau cuma minta jajan sama orang tua. Saya kecil sudah cari uang sendiri, bantu meringankan orangtua, nyemir-nyemir sepatu orang, dikasih upah Rp 200. Jadi pas di sekolah jajan awq paling banyak," kata bungsu enam bersaudara ini.

Zulfan bilang dia besar di lingkungan pajak Tavip Binjai. Kondisi lingkungan pajak yang berimage liar dan bebas banyak mempengaruhinya masa remajanya sebelum lulus Sekolah Menengah Atas. Berbagai kenakalan remaja dia lakukan. Namun, sisi positifnya, dia bisa lebih dekat dengan masyarakat.

"Dulu di pajak Tavip saya besar. Ya nakal juga kayak anak-anak remaja lainnya. Cuma aku orangnya selalu suka bekerja, jadi tukang parkir di Pajak Tavip pun pernah. Sampai pernah berantam sama aparat, gara-gara aku minta uang parkir," ujarnya.

Usai menamatkan bangku SMA, Zulfan berjuang untuk bisa melanjutkan jenjang studi ke bangku perkuliahan. Diceritakannya, beberapa rekan sebayannya tak sedikit yang gagal kuliah karena biaya. Zulfan beruntung karena sudah bisa mencari uang sendiri, dia bahkan sempat membuka counter sservice handphone, bahkan faktor ekonomi kelurganya, ia harus melakoni supir angkutan kota jurusan Medan-Begumit sambil kuliah.

"Kuliah pun sempat juga hampir gak jelas, sampai akhirnya saya ikut organisasi Islam, saya merenung di masjid wakti itu, untuk berubah lebih baik. Dari situ saya belajar banyak tentang hidup," ungkapnya.

Usai lulus kuliah, Zulfan sempat mencoba peruntungan bekerja sebagai pegawai leasing kredit. Di samping itu ia juga aktif berorganisasi kemasyarakatan, sehingga bisa berafiliasi dan mencoba karier baru sebagai petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota Binjai.

"Jadi karier saya banyak ditolong karena Allah. Sejak kuliah dan beroganisasi Islam, saya selain menjaga salat, juga menngamalkan puasa Senin Kamis. Itu lah saya rasa banyak sekali menolong karier, rezeki, dan jodoh dimudahkan. Tiap tahun saya tambah amalan, misalnya dalam setahun mengkhatamkan AlQuran. Terus nambah baca Al Quran dan artinya, salat Dhuha dan Tahajud," ungkapnya.

Bagi Zulfan, sejumlah amalan itu lah yang mengantarkannya bisa menjabat Ketua KPU Binjai 2018-2023, selain sebelumnya dia bekerja serius saat sebagai Komisioner KPU Binjai periode sebelumnya. Baginya, pengalaman, wawasan, tanggungjawab dan disiplin juga penting dalam meniti karier.

"Kerja itu haris bertanggungjawab, saya oranagnya kalau gak penting-penting kali gak mau meninggalkan pekerjaan, harus tetap di kantor. Disiplin, pengalaman, dan wawasan juga penting," pungkasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved