Kepala BPBD Sumut Minta Warga Waspada saat Melintas di Daerah Rawan Bencana Alam

Saat ini memang cuaca hujan, tetapi kita saat ini cuaca sedang mengarah ke musim panas, dan beberapa kawasan masih hujan

Kepala BPBD Sumut Minta Warga Waspada saat Melintas di Daerah Rawan Bencana Alam
TRIBUN MEDAN/Handover
Terjadi longsor lagi di jembatan kembar Km 2 Parapat Selasa (1/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis mengatakan, saat ini perubahan cuaca sedang terjadi, di mana dari iklim hujan ke iklim panas.

Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati dalam menjalankan aktivitas, apalagi saat melakukan perjalanan melintasi daerah-daerah rawan bencana alam.

"Saat ini memang cuaca hujan, tetapi kita saat ini cuaca sedang mengarah ke musim panas, dan beberapa kawasan masih hujan," katanya, saat dihubungi Tribun Medan, melalui sambungan telepon genggam, Sabtu (12/1/2018).

Bencana alam berupa tanah longsor yang terjadi pada kemarin Jumat (11/1/2018), tepatnya di Jembatan Sidua-dua, Kabupaten Simalungun.

Material berupa bebatuan kecil dan gelundukkan tanah turun dari pinggiran tebing tepat berada samping jembatan tersebut. Tanah longsor tersebut terlihat seperti adonan kue berwarna cokelat.

Polwan dan Ibu Bhayangkari Polsek Medan Timur Gelar Aerobik untuk Pererat Silaturahmi

Menikmati Jernih dan Nikmatnya Air Mineral hingga Legenda Asal Mata Air Mula Aek Sipaulak Hosa

"Tidak ada korban jiwa, dan tidak ada laporan," katanya.

Pada Senin mendatang, pihak akan melakukan rapat di kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan. Di mana dalam pembahasan rapat tersebut mencari solusi terhadap penanggulangan bencana, lantaran sebelumya beberapa dinas terkait sudah melakukan penelitian.

BPBD Sumut Temukan Fakta Mengejutkan Lewat Rekaman Drone saat Pantau Lokasi di Jembatan Sidua-dua

Unggah Video Memasak Ikan ke Media Sosial Pasutri Ini Didenda Rp 20 Juta, Kok Bisa Ya !

"Kita belum menentukan nanti kita akan rapatkan dengan Sekertaris Daerah pada Senin ini," ucapnya.

Kemudian, Riadil juga menyampaikan, saat ini solusi tengah kami rencanakan adalah pembangunan bendungan untuk mengalihkan longsor apabila terjadi tidak menutupi badan jalan. Bendungan yang dimaksud adalah Sabodam, dan ini masih solusi awal yang ditawarkan.

Nasib MacKenzie setelah Cerai dari Jeff Bezos, Bisa Dapat Harga Gono Gini Rp 950 Triliun

Kuli Bangunan Lemparkan Dua Paket Sabusabu ke Tanah saat Disergap Polisi

"Untuk penanganan Sabodam itu masih salah satu solusi yang ditawarkan," ucapnya.

Setelah itu, tidak hanya jembatan Sidua-dua yang akan dicari solusi penangananya saja, seluruh wilayah Sumut juga akan dibahas mengenai benacan alam atau daerah rawan, meliputi tanah longsor, banjir bandang, hingga gempa bumi.

Percasi Sumut Kesulitan Regenerasi Pecatur karena Anggaran, Andalkan Daniel dan Derico di PON 2024

BMKG Imbau Masyarakat Pesisir Waspada terhadap Potensi Gelombang Tinggi

"Pencarian solusi ini bukan hanya di jembatan si dua-dua tersebut. Tetapi seluruh wilayah di Sumut any berpotensi rawan bencana alam," kata dia

(Cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved