Pengunjung Kesal Dipalakin Preman dengan Alasan Kebersihan saat Berkunjung ke Kebun Teh Sidamanik

Oknum masyarakat tersebut kerap mendatangi pengunjung untuk meminta uang dengan alasan uang kebersihan.

Pengunjung Kesal Dipalakin Preman dengan Alasan Kebersihan saat Berkunjung ke Kebun Teh Sidamanik
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Pelaku pungli (kaus merah) mendatangi pengunjung (jaket biru) untuk meminta uang dengan modus uang kebersihan, Sabtu (12/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kabupaten Simalungun memiliki objek wisata kebun teh yang luas. Hamparan daun teh kerap menjadi lokasi wisata untuk berfoto ria dan berselfie dengan keluarga.

Namun, objek wisata kebun teh Sidamanik tidak memberikan kesan nyaman bagi pengunjung. Kebun teh yang ramai dikunjungi pengunjung dari dalam dan luar kota sering menerima perlakuan tidak menyenangkan dari oknum masyarakat setempat.

Oknum masyarakat tersebut kerap mendatangi pengunjung untuk meminta uang dengan alasan uang kebersihan.

Fernando Pasaribu seorang pengunjung yang menjadi korban mengungkapkan ada dua orang yang mendatanginya dengan menggunakan sepeda motor. Dua pemuda itu datang dengan mengenakan pakaian loreng merah.

Fernando menjelaskan dua pemuda itu langsung meminta uang dengan alasan uang kebersihan. Fernando Pasaribu yang datang bersama tiga temannya sempat bersitegang.

"Mereka bilang hal ini sudah biasa di Sidamanik minta uang kebersihan. Saya minta karcis, mereka tidak bisa tunjukkan,"ujarnya, Sabtu (12/1/2019).

Kepala BKD Sumut Mengaku Diteror SMS Dari PNS Koruptor yang Dipecat tapi Kekeh Enggan Bocorkan Nama

Curhat Siswi SMP Pada Hotman Paris, Ngaku Diperkosa Pembina Pramuka, Pelaku Sudah Ditahan

Tarif Baru Ojek Online Dipatok Pemerintah, Lebih Tinggi dari Tarif Go-Jek dan Grab, Promo Dibatasi

Fernando juga mengungkapkan pelaku yang melakukan pungli itu sempat berkata kotor karena tidak mendapatkan uang. Diungkapkannya, pelaku menggunakan sepeda motor jenis Supra X 125 dengan plat kendaraan BK 25xxTAB.

Fernando menilai yang pungutan itu tidak resmi. Pasalnya, sampah masih banyak berserakan di wilayah Kebun Teh Sidamanik.

LBH Adukan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia ke Kapolri atas Dugaan Penipuan

Prabowo Sebut Jadi Driver Ojek Online Realita Kejam, Jokowi Sebut Jengkel Kalau Ada yang Remehkan

"Katanya untuk uang kebersihan, tetapi lihatlah sampah masih banyak berserakan. Ini kan namanya pungli," ujarnya sembari sudah menghubungi polisi untuk menindaklanjuti keresahan pengunjung.

Halaman
123
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved