Lumpur Setinggi Betis Kembali Terjang Jembatan Sidua-dua Pedagang dan Supir Truk Merugi

Tiga alat berat diturunkan untuk membersihkan jala dan membuang lumpur ke jurang. Selama proses pembersihan, petugas menuntup akses jalan

Lumpur Setinggi Betis Kembali Terjang Jembatan Sidua-dua Pedagang dan Supir Truk Merugi
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Alat berat membersihkan material longsor berupa lumpur di Jembatan Sidua-dua Parapat Kabupaten Simalungun, Minggu (13/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Jembatan Sidua-dua Parapat Kabupaten Simalungun kerap diterjang longsor dengan material lumpur serta bebatuan kecil. Teranyar Minggu (13/1/2019) sekitar pukul 00.30 longsor menerjang kembali jembatan yang belum bersih dari material longsor sebelumnya.

Amatan tribun-medan lumpur setinggi betis orang dewasa masih teronggok di jembatan. Sementara air terus mengalir dari Bukit Simarbalatuk. Air yang turun melalui dua jalur yakni langsung ke jurang dan ke badan jembatan.

Tiga alat berat diturunkan untuk membersihkan jalan. Alat berat ini berfungsi membuang lumpur ke jurang. Selama proses pembersihan, petugas menuntup akses jembatan.

Sejak pagi pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB petugas berhasil membersihkan satu jembatan. Petugas langsung memberikan jalan pengendara dari arah Tobasa menuju Siantar. Sementara, dari Siantar masih menunggu pembersihan jembatan sisi kiri.

Kanit Lantas Polres Simalungun Iptu Rizal mengatakan leboh memprioritaskan kendaraan yang datang dari Tobasa. Sementara, dari Siantar menuju Parapat dan Tobasa melewati jalur alternatif Simpang Palang Tahoan.

BPBD Sumut Temukan Fakta Mengejutkan Lewat Rekaman Drone saat Pantau Lokasi di Jembatan Sidua-dua

JEMBATAN SIDUA-DUA Kembali Longsor, Kapolsek: Bakal Ada Lagi Longsor Susulan!

Kapolsek Parapat Pastikan Jembatan Sidua-dua Kabupaten Simalungun Sudah Bebas Longsor

Pascalongsor di Jembatan Kembar, JR Ungkap Mata Air di Atas Bukit yang Terus Keluar Mendorong Lumpur

Bersihkan Material Longsor Jembatan Kembar, Air Di Hulu Lokasi Banjir akan Dialihkan

VIDEO: Mobil Ambulans Tetap Diutamakan Melintas di Jembatan Sidua-dua Parapat

"Kita memang lebih prioritaskan dulu yang datang dari Tobasa menuju Kota Siantar. Kalau kita biarkan dua arah, kita takut akan menjadi penumpukan di lokasi longsor," ujarnya.

Ia juga berharap bagi supir truk dari Siantar menuju Tobasa untuk sabar. Ia juga menyarankan pengendara untuk istirahat menunggu pembersihan sempurna.

Tak Kunjung Disodorkan Kontrak, Gusti Sandria Pilih Hengkang dari PSMS,Rahasiakan Klub yang Meminang

Warga Geruduk Gereja di Medan, Polisi: Tak Ada Larangan Ibadah tapi Bangunan Gereja Belum Berizin

Butuh Uang untuk Biaya Sekolah Anak, Mantan Kadis Siantar yang Dipecat Berharap Dapat Gaji Pensiun

Seorang supir Truk Marihot Tua yang datang dari arah Siantar mengatakan sudah menunggu sejak tadi pagi. Ia mengaku sering nginap di lokasi longsor.

"Ini yang paling parah. Kemarin longsor yang ke tiga saya nginap di sini satu hari. Mau gimana lagi, kalau dari jalur alternatif tidak mungkin. Karena, kami bawa truk," ujarnya.

Butuh Uang untuk Biaya Sekolah Anak, Mantan Kadis Siantar yang Dipecat Berharap Dapat Gaji Pensiun

Tiga Unit Rumah Semi Permanen Hangus Dilalap Api di Marendal II, Tidak Ada Korban Jiwa

Tarif Grab dan Go-jek akan Naik? Segini Kemungkinan Besarnya. .

Marihot mengatakan mengalami kerugian dengan kejadian ini. Ia harus mengeluarkan uang pribadi untuk biaya makan di warung.

Begitu juga dengan Zulkifli pedagang alat kelengkapan dapur yang datang dari Tebingtinggi mengatakan sekali seminggu melewati jalur ini. Ia berharap pemerintah cepat menyelesaikan kasus longsor ini.

"Saya kan jualan sekali seminggu ke sini. Kalau begini terus susah juga, habis waktu," ujarnya.

Berstatus Kelas IA PN Medan jadi Pengadilan Paling Sibuk se-Indonesia, Tangani 7.000 Perkara Setahun

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Medan Berpotensi Hujan Mulai Sore hingga Malam

Satuan Pengamanan Bank Sumut Mendapatkan Penghargaan dari Kapolda pada Hari Ulang Tahun ke-38 Satpam

LUCU, Pria Ini Menangis Histeris saat Disuntik, Videonya Viral di Medsos. .

Diketahui, longsor yang terjadi diduga akibat penebangan pohon di Bukit Simarbalatuk telah terjadi lebih dari 10 kali. Mulai dari longsor kecil hingga besar. Polisi juga sudah memasang spanduk pengumuman rawan longsor. Seluruh kendaraan roda lebih delapan parkir berjejer menunggu pembersihan.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved