Narkotika Dominasi Perkara di Pengadilan Negeri Medan, Urutan Dua Kasus Pencurian

Tercatat pada tahun 2018, PN Medan terima 1592 perkara limpahan kejaksaan terkait kasus barang haram tersebut.

Narkotika Dominasi Perkara di Pengadilan Negeri Medan, Urutan Dua Kasus Pencurian
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sepanjang tahun 2018, Pengadilan Negeri Medan telah menyidangkan 68.039 perkara lalulintas.

Dari situ, PN Medan juga memutuskan denda total sebesar Rp1.314.085.000 yang akan disetorkan ke kas negara.

Diungkapkan oleh Humas Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, Minggu (13/1/2019), bahwa eksekusi terhadap denda maupun uang pengganti kerugian negara merupakan tugas kejaksaan.

"Tahun 2018 ada 68.039 perkara lalu lintas yang diputus dengan denda sampai Rp 1,3 Miliar. Eksekusinya berada ditangan kejaksaan," ucap eks Hakim di Pengadilan Negeri Padang ini.

Sepanjang tahun 2018, Pengadilan Negeri Medan memiliki beban sidang mencapai 7.409 perkara, dengan rincian perkara Perdata sebanyak 5.245 dan Perdata sebanyak 2.164.

Narkotika masih menyumbang perkara tertinggi dalam tindak pidana.

Tercatat pada tahun 2018, PN Medan terima 1.592 perkara limpahan kejaksaan terkait kasus barang haram tersebut. Jika ditambah 783 perkara sisa yang belum diputus oleh Pengadilan Negeri Medan tahun 2017, maka total ada 2.375 perkara yang harus disidangkan jajaran hakim sepanjang 2018.

Selain Narkotika, beberapa kasus tertinggi lainnya yang menjadi beban PN Medan sepanjang tahun 2018 di antaranya, Pencurian dengan total (978 perkara), Perjudian (310), Korupsi (178), Penggelapan (283), Penganiayaan (220), Penipuan (167), Penadahan, Penerbitan, Percetakan (156) dan pidana lainnya dengan jumlah lebih kecil.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved