Pelatih Nasional Berpakaian Necis saat Bermain Catur untuk Hilangkan Kesan Permainan Warung Kopi

Makanya saya dulu mencoba bagaimana menghilangkan image warung dari catur. Bahkan saya sering berpakaian necis ya untuk menghilangkan image warung

Pelatih Nasional Berpakaian Necis saat Bermain Catur untuk Hilangkan Kesan Permainan Warung Kopi
TRIBUN MEDAN/HO/Humas Pemko Medan
Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat melawan pecatur bergelar MN Sekarmadi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Olahraga catur hingga saat ini masih terbilang sulit untuk dikembangkan kepada kaum pelajar.

Padahal kaum pelajar muda sangat dibutuhkan untuk pengembangan olahraga catur dan regenerasi atlet-atlet catur khususnya di Sumatera Utara.

Pelatih catur yang juga wasit Nasional Erhan Tarmizi mengatakan bahwa Selain karena masih kurangnya minat para kaum pelajar muda sejak dulu untuk menekuni  catur, image warung kopi menurutnya juga masih melekat kuat pada olahraga tersebut.

"Image warung itu tetap masih kuat. Payah, diterbitkan pun dulu O2SN, di sekolah-sekolah mana ada yang terbit dari situ. Karena baru latihan sebentar sudah berhenti. Makanya saya dari dulu mencoba bagaimana menghilangkan image warung dari catur. Bahkan saya sering berpakaian necis ya untuk menghilangkan image warung itu," ujarnya, Senin (14/1/2019).

Erhan Tarmizi yang juga Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia Sumatera Utara ini mengatakan, bahwa Catur merupakan olahraga yang sangat baik untuk anak-anak, tapi karena image warung yang melekat itu masih banyak orang yang kurang meminati catur.

Dengan menghilangkan image warung dari catur, kata Erhan, maka orangtua dari kalangan elit akan banyak mengirimkan anak-anaknya yang cerdas untuk menekuni olahraga catur dan menjadi atlet catur.

Frets Butuan Diincar Persib Sejak Desember 2018: Siapa Sih yang Tidak Mau Main di Persib

TIKET KELAS UTAMA (First Class) Pesawat Seharga Rp 212 Juta Dijual Rp 21 Juta, 2 Kali Sebulan Ini!

Abdul Azis Senang Gabung Persib: Sebuah Kebanggaan dan Kehormatan

"Catur itu dulu justru olahraga miliuner, bukan tanggung. Kita pun terkejut kenapa jadi ke warung larinya. Orang-orang kaya yang anak-anaknya cerdas sebenarnya ingin anak-anaknya main catur tetapi dia kuatir itu tadi jadi anak warung," ungkapnya.

Pertama Kali di Indonesia 40 Artefak Milik Rasulullah di Antaranya Tapak Kaki dan Rambut Dipamerkan

Pekerja di Inggris Temukan Cara Terbaik untuk Melupakan Mantan Pacar dengan Metode Kecoa

Hotman Paris Marah Instagramnya Jadi Lapak Jualan, Ancam Pidanakan Penjual

Erhan menjelaskan, Permainan catur merupakan olahraga cerdas dan selalu mengajarkan jalan keluar.

Olahraga catur, sambungnya, merupakan olahraga yang dimulai dan penuh dengan hitung-hitungan. Ketika melangkah, kata Erhan kita juga diajarkan bahwa setiap langkah itu punya tujuan dan manfaat.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved