Penumpang Transit ke Negeri Jiran, Pengurusan Paspor di Medan Masih Normal

Tingginya harga tiket penerbangan langsung dari Pulau Sumatera ke daerah lainnya seperti pulau Jawa

Penumpang Transit ke Negeri Jiran, Pengurusan Paspor di Medan Masih Normal
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Suasana ruang tunggu kepengurusan Paspor di Imigrasi Klas I Polonia Medan, Senin (14/1/2019) sekira pukul 11.00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tingginya harga tiket penerbangan langsung dari Pulau Sumatera ke daerah lainnya seperti pulau Jawa, Kalimantan dan daerah timur Indonesia lain masih menjadi kabar terhangat beberapa hari terakhir.

Bahkan, demi menghemat biaya perjalanan sejumlah penumpang berupaya melakukan perjalanan transit ke negeri jiran.

Seperti contoh yang dilakukan sebuah keluarga di Aceh yang memanfaatkan paspor saat hendak berkunjung ke Malang. Salah satu penumpangnya, Safaruddin mengaku melakukan penerbangan via Kualalumpur agar lebih hemat.

Menanggapi situasi harga tiket pesawat yang naik belakangan ini, Kepala Seksi Dokumentasi Perjalanan Imigrasi Klas IA Khusus Medan Sofyan Martono mengaku tidak ada lonjakan besar dalam kepengurusan paspor. Ujarnya, beberapa hari terakhir volume kepengurusan paspor normal.

"Oh memang saya sudah dengar kabar itu, tapi di kita, belum melihat adanya lonjakan kepengurusan paspor hanya untuk meringankan biaya perjalanan. Kita masih normal setiap harinya di range 300 - 400 paspor," ucap Sofyan ketika ditemui di ruangannya, Senin (14/1/2019).

Sofyan mengatakan adapun lonjakan kepengurusan paspor tak bisa dipastikan dengan tujuan masyarakat untuk menghemat perjalanan dengan melakukan perjalanan transit melalui Malaysia maupun Singapura.

"Ya kalau adapun lonjakan pengurusan paspor, kita gak bisa simpulkan masyarakat mengurus paspor untuk keperluan transit. Karena memang kan, akhir tahun dan awal tahun lagi musimnya liburan (High Season), libur sekolah, kerja, dan Natal," katanya.

"Kita pernah alami lonjakan kepengurusan paspor, itu terjadi tanggal 5,6,7 Januari 2019 kemarin. Waktu itu perharinya rata-rata kita 550-600 paspor lah," sambungnya.

Ia pun mengatakan bahwa pihak yang mengetahui lebih jelas tentang perjalanan masyarakat adalah bandara. Bandara, imbuhnya adalah otoritas yang mampu merekam perjalanan.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved