Warga Gudang Garam Tak Perlu Lagi Mengantre Air Bersih, Bangun Pemipaan Mandiri Pakai Dana Desa

Selama berpuluh tahun warga Desa Gudang Garam, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdangbedagai, mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Warga Gudang Garam Tak Perlu Lagi Mengantre Air Bersih, Bangun Pemipaan Mandiri Pakai Dana Desa
Tribun Medan/Danil Siregar
Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mandiri Desa Gudang Garam Sudirman 

SEIRAMPAH, TRIBUN - Selama berpuluh tahun warga Desa Gudang Garam, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdangbedagai, mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Mereka mesti berjalan kurang lebih lima kilometer ke satu-satunya sumber air tersedia, yakni Sungai Boho. Jika pun ada sumber lain, datang tak menentu dari langit.

"Dulu kita juga tampung air hujan. Di tiap-tiap rumah ada bak air, ukurannya rata-rata 3 x 4 meter dengan dalam dua meter. Airnya kita pakai untuk cuci dan mandi, juga untuk masak. Kalau enggak turun hujan terpaksalah ke sungai. Jalan kaki lumayan jauh," kata Suyono (55), warga Dusun II, Desa Gudang Garam pada Tribun di kediamannya, tengah pekan lalu.

Dia bilang, untuk mendapatkan air yang kualitasnya paling bagus di sungai, mereka harus mengambilnya pagi-pagi sekali.

"Jadi jam empat atau setengah lima pagi paling lambat sudah harus sampai di sana."

Desa Gudang Garam berada lumayan jauh dari Sei Rampah, ibu kota Kabupaten Serdangbedagai. Pun dari Lubukpakam, ibu kota Deliserdang.

Jika masuk arah Lubukpakam menuju Galang, desa ini bisa dicapai dalam dua jam bermobil. Kontur tanahnya berbukit-bukit dan gersang. Berbatasan dengan Hutan Lindung Silinda dan dikelilingi perkebunan karet dan kelapa sawit.

Kesulitan ini sedikit berkurang pada tahun 1997, saat pemerintah memberikan bantuan perangkat sumur bor. Jumlah sumur bor bertambah jadi tiga secara bertahap menyusul bantuan pada tahun 2008 dan 2014.

Dua yang terakhir ini berasal dari PNPM Mandiri. Masing-masing sumur bor ditempatkan di belakang kantor balai desa di Dusun I, II, dan III.

"Pengelolaannya lewat UPS (Unit Prasarana Sumur). Masing-masing warga diberi kupon bertarif Rp 200. Satu kupon ini untuk satu jeriken ukuran kecil. Kalau untuk ukuran 20 liter kuponnya Rp 300 dan jeriken 25 liter Rp 350. Uang kupon ini untuk bayar listrik dan biaya perawatan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Gudang Garam, Terang Malem Barus.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved