Warga Sari Rejo Minta Presiden Tidak Pilih Kasih Bagi-bagikan Surat Tanah

Masyarakat yang telah puluhan tahun tinggal dan menetap di Sari Rejo sampai saat ini, belum mendapatkan kejelasan soal status tanah

Warga Sari Rejo Minta Presiden Tidak Pilih Kasih Bagi-bagikan Surat Tanah
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Seribuan masyarakat dari Sari Rejo yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor BPN Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa waktu yang lalu Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo sempat membuat jutaan hati masyarakat Indonesia gembira, dengan membagi-bagikan 7 juta sertifikat tanah di seluruh Indonesia.

Namun ternyata, kegembiraan yang dirasakan sebagian masyarakat di belahan bumi Pertiwi itu, tidak dirasakan oleh masyarakat yang telah berpuluh tahun bermukim di Sari Rejo.

Masyarakat yang telah puluhan tahun tinggal dan menetap di Sari Rejo sampai saat ini, belum mendapatkan kejelasan soal status tanah tempat tinggal mereka.

Ketua Formas (Forum Masyarakat Sari Rejo) Pahala Napitupulu mengatakan Presiden Jokowi jangan hanya bagi-bagi surat kepada orang lain, tapi tidak mempertimbangkan masyarakat Sari Rejo yang sudah bermasalah puluhan tahun.

"Sudah puluhan tahun kami tinggal, tapi hingga hari ini tidak ada juga kejelasan soal status tanah," kata Pahala bersama seribuan warga Sari Rejo saat melakukan aksi di depan Kantor BPN Sumut Jalan Brigjen Katamso Medan, Senin (14/1/2019).

Ini Identitas Korban Meninggal dan Penumpang Sumatera Transpot yang Kecelakaan di Desa Sukamakmur

Pernikahan Batak Viral, Pengantin Naik Jetor dan Tebar Senyum ke Para Undangan, Lihat Videonya. .

Frets Butuan Resmi Jadi Pemain Persib Bandung, Tegang Jalani Latihan Perdana

Supir Bus Sutra Kabur Usai Tabrak Pengemudi Sepeda Motor dan Tewaskan 3 Orang, Ini Kronologinya

"Lihat ini hari anak-anak banyak ikut unjukrasa. Saya tidak setuju anak-anak turun kemari. Anak-anak sekolah tidak perlu ikut tapi orang tuanya sudah sangat keberatan. Karena sudah merasa terganggu secara kejiwaan, karena ada keributan-keributan yang di picu oleh tindakan TNI," bebernya.

DUA Jet Tempur F16 TNI AU Paksa Turun (Force Down) Pesawat Ethiopian Airline di Hang Nadim

Penasaran Pakai Celana Jins dengan Model Skinny dan Flared Secara Bersamaan, Ini Jawabannya

Lebih lanjut, Pahala minta BPN harus bekerja dan berangkat ke Jakarta supaya masyarakat di Sari Rejo mendapat sertifikat.

UPDATE Lion Air PK LQP, Ditemukan VCR, Ungkap 13 Menit Mencekam Perjuangan Pilot dan Kopilot!

Warga Gudang Garam Tak Perlu Lagi Mengantre Air Bersih, Bangun Pemipaan Mandiri Pakai Dana Desa

"Minimal kami mendapat 100 sertifikat di Sari Rejo dari 5700 surat. Kalau tidak ada, kami akan membuka posko di BPN dan meminta Presiden turun," katanya.

Pemko Medan Larang Aparatur Sipil Negara dan PHL Bawa Mobil ke Kantor, Ini Alasannya

UPDATE Lion Air PK LQP, Ditemukan VCR, Ungkap 13 Menit Mencekam Perjuangan Pilot dan Kopilot!

"Masalahnya sederhana, tinggal Presiden bilang kepada Menkeu. Hey pencatatan itu cabut, karena mereka sudah di menangkan oleh MA selesai kan persoalannya," pungkas Pahala.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved