Beredar Kabar Tangkap Lepas, Kasat Narkoba Sebut Kedua Pelaku tidak Terbukti Memiliki Narkoba

Seseorang bisa ditetapkan sebagai tersangka apabila memang terbukti memiliki narkotika.

Beredar Kabar Tangkap Lepas, Kasat Narkoba Sebut Kedua Pelaku tidak Terbukti Memiliki Narkoba
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman, menunjukkan hasil Labfor yang menyatakan barang bukti yang diduga sabu dari tangan MR negatif. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Beberapa waktu terakhir, merebak kabar jika Satnarkoba Polres Tanah Karo diduga melakukan tindakan tangkap lepas kepada dua orang terduga pelaku penyalahgunaan narkoba.

Diketahui, baik di media massa maupun media sosial menyebutkan dua terduga MR dan SC, telah dilepas oleh Satnarkoba setelah ditangkap.

Diketahui, keduanya tertangkap pada Kamis (27/12/2018) lalu, kemudian setelah dilimpahkan ke Satres Narkoba sehari kemudian diduga kasus tersebut dihentikan, dan keduanya dilepas.

Adapun barang bukti yang disita oleh petugas dari tangan MR adalah satu buah alat hisap, dan plastik klip berukuran kecil yang diduga berisi sabusabu seberat 0,20 gram. Sedangkan dari tangan SC, disita uang tunai sebanyak Rp. 6.550.000.

Saat ditanya perihal kasus tersebut, Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman, mengungkapkan alasan kedua pelaku dilepas karena memang tidak terbukti memiliki narkotika.

Dikatakannya, sesuai dengan ketentuannya, seseorang bisa ditetapkan sebagai tersangka apabila memang terbukti memiliki narkotika.

"Setelah pengembangan, dari keduanya ternyata tidak cukup bukti, makanya kita lepas. Tapi keduanya tetap harus menjalani wajib lapor sekali seminggu ke sini. Kalau terbukti kita melakukan sistemnya tangkap lepas, sama aja kita seperti menghidupkan bom bunuh diri," ujar Sopar, di Kantor Satnarkoba Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (17/1/2019).

Sopar mengungkapkan, keduanya dilepaskan berdasarkan gelar perkara yang sudah mereka lakukan. Dirinya menyebutkan, proses gelar perkara dilakukan agar mengetahui apakah suatu kasus terhadap pelaku yang ditangkap bisa dilanjutkan. Dikatakannya, perkara yang melibatkan terduga pelaku SC, dilaksanakan pada Senin (31/11/2018) lalu.

"Setelah kita gelar ternyata barang bukti SC hanya uang, tidak ada narkoba. Karena dalam kasus narkotika, dari pelaku harus dapat dibuktikan memiliki narkoba," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved