DKPP Copot Jabatan Timo Dahlia Daulay dari Ketua KPU Deliserdang

Ternyata Sugondo mampu menunjukkan ijazah aslinya dengan kondisi tingkat kerusakan 50 persen.

DKPP Copot Jabatan Timo Dahlia Daulay dari Ketua KPU Deliserdang
ist/facebook
Ketua KPU Deliserdang, Timo Dahlia Daulay 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada dua orang Komisioner KPU Deliserdang.

Kedua orang itu yakni Arifin Sihombing Divisi Teknis dan Timo Dahlia Daulay yang menjabat sebagai Ketua KPU Deliserdang.

Timo juga dijatuhi sanksi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua. Putusan DKPP ini atas aduan yang dibuat oleh Sugondo yang sebelumnya merupakan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk DPRD Deliserdang dari PDI Perjuangan untuk dapil V Deliserdang meliputi Kecamatan Labuhan Deli dan Hamparan Perak.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Timo belum bersedia memberikan komentar apapun atas putusan DKPP dengan nomor perkara 290 itu.

Ketika dihubungi melalui nomor ponselnya Timo mengaku sedang menyeleksi dan mewawancarai relawan demokrasi.

"Saya lagi wawancara sama relawan Demokrasi ini sekarang. Nanti sajalah ya," kata Timo Kamis, (17/1/2019).

Saat dikunjungi di kantor KPU Timo memang benar mewawancarai relawan demokrasi di dalam ruang aula. Selain dirinya juga ada Komisioner Bobby Indra Prayoga. Saat keluar dari ruang aula, Bobby pun sempat memberikan penjelasan kepada wartawan di luar.

"Ia benar sanksi itu. Kita dengarnya pagi tadi, awalnya kita dengar dari Bawaslu tapi kemudian kita cek di website DKPP ternyata benar. Kalau ditanya sampai detik ini siapa Ketua KPU Deliserdang ya masih tetap (Timo) karena kitakan belum menerima salinan putusan DKPP itu. Ya kita juga atas putusan DKPP ini akan konsultasi sama KPU Provinsi," kata Bobby yang merupakan Komisioner divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Ia membenarkan bahwasanya pengaduan DKPP ini dibuat oleh Sugondo. Ia menjelaskan kalau sebelumnya KPU Deliserdang tidak menetapkan yang bersangkutan ke dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Bacaleg.

Hal ini lantaran pada saat dilakukan verifikasi faktual atas berkasnya ada keraguan soal ijazahnya.

"Pada saat verifikasi itu yang ada hanya surat pengganti ijazah. Disitu kemudian KPU meragukannya dan kemudian mengutus pak Arifin Sihombing ke Kediri untuk verifikasi faktual. Jadi pak Arifin saat mendatangi sekolah yang bersangkutan pihak sekolah menyatakan belum bisa menemukannya. Bukan tidak ditemukan tapi belum menemukan karena tahun 1970an itu tamatnya,"kata Bobby.

Pada saat persidangan DKPP, lanjut Bobby ternyata Sugondo mampu menunjukkan ijazah aslinya dengan kondisi tingkat kerusakan 50 persen dan diliminating. Dalam hal ini Bobby menyebut teradu satu adalah Arifin Sihombing sedangkan Timo merupakan teradu II. Untuk tiga orang Komisioner lainnya sama sekali tidak diadukan oleh Sugondo.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved