Kadis Kesehatan Minta Warga Tidak Lakukan Fogging Sembarangan karena Bisa Sebabkan Kanker Paru

Kita berharap agar warga tidak mudah percaya dengan pihak-pihak yang menawarkan untuk dilakukan fogging karena itu racun

Kadis Kesehatan Minta Warga Tidak Lakukan Fogging Sembarangan karena Bisa Sebabkan Kanker Paru
Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
Fogging dilakukan di Desa Dalu X B Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang Rabu, (16/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Dinas Kesehatan Deliserdang tidak mengetahui siapa pihak yang melakukan fogging di lingkungan warga yang berada di Desa Dalu X B Kecamatan Tanjung Morawa. Warga dipungut biaya Rp 15 ribu per unit rumah untuk aktivitas fogging.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista menyebut kalau pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada pihak manapun untuk selanjutnya dilakukan fogging di lingkungan pekarangan warga. Ia menjelaskan kegiatan fogging tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena ada prosedurnya.

"Kita juga baru tahu dan kita tidak tahu itu siapa. Kita tidak pernah memberi izin karena tidak mungkin juga kita mengizinkannya. Kita berharap agar warga tidak mudah percaya dengan pihak-pihak yang menawarkan untuk dilakukan fogging karena itu racun," ujar dr Ade Budi Krista Kamis, (17/1/2019).

Ia menyebut fogging  yang dilakukan tanpa prosedural bisa membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan kanker paru jika berkepanjangan. Karena hal itu tidak dapat sembarangan dilakukan fogging.

"Kalau misalnya ada yang kena DBD laporkan saja sama bidan desa atau Puskesmas agar kita tindaklanjuti. Kita kemarin ada juga melakukan pemogingan di Wonosari karena memang di sana ada yang kena DBD. Tapi itupun yang disemprot hanya 10 rumah dari yang kena DBD bukan satu kampung harus di semprotkan," kata Ade.

Dituding Kerangkeng Ayahnya yang Stroke, Si Anak Bantah Telantarkan Orangtua, Ini Pembelaan Dirinya!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut Tangkap Pengedar 4 Narkoba di Medan Denai

Muncikari Vanessa Angel sedang Hamil dan Menyusui, Ajukan Penangguhan Penahanan

Warga Sari Rejo Blokade Jalan AH Nasution Tuntut BPN Segera Terbitkan Sertifikat Tanah Warga

Ia mengakui kalau saat ini banyak masyarakat yang salah kaprah mengenai fogging ini. Disebut tidak hanya masyarakat Desa namun banyak masyarakat di Kota juga banyak yang kurang paham akan fogging ini.

"Yang pasti hindari diri dari gigitan nyamuk di waktu jam kerja bukan malam hari. Karena beda nyamuk DBD dengan nyamuk yang biasa. Kalau misalnya ada yang bilang mereka sudah dapat persetujuan dari dinas itu tidak benar kita tidak pernah memberikan persetujuan untuk pihak lain melakukan fogging," katanya.

Fahri Hamzah Gebrak Podium sembari Ingatkan Prabowo: Jangan Santun Lagi tapi Benar

Viral Dua Video Mesum Perempuan 19 Tahun Disebarkan Mantan Kekasih, Muasalnya Patah Hati

Telanjang dan Tidur di Lantai Semen Abdul Zalil Diduga Diterlantarkan Anak Karena Faktor Ekonomi

Fogging yang dilakukan di Desa Dalu X B dilakukan pada Rabu, (16/1/2019) sore. Karena merasa takut terkena DBD banyak warga yang bersedia mengeluarkan uang Rp 15 ribu untuk rumahnya dilakukan fogging. Saat diwawancarai www.tribun-medan.com petugas yang melakukan fogging mengaku hanya sebagai pekerja.

Tahun Kelulusan Jokowi Diperdebatkan, Akhirnya SMA Negeri 6 Surakarta Angkat Bicara

Ivan Gunawan Stes hingga Asam Lambung Naik setelah Asistennya Ditangkap Polisi

"Yang kami pakai bahannya ini sama juganya yang dipakai Dinas Kesehatan. Bos kami kan kerja juga di dinas. Aku hanya kerja ajanya,"kata seorang wanita yang khusus mengutip uang dan membujuk warga untuk fogging.(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved