Antisipasi Batasan Umur IKASI Sumut Siapkan Atlet Usia 20-22, Berlaga di PON 2020 dan PON 2024

Regulasi sedikit berbeda pada cabang olahraga (cabor) anggar akan diterapkan pada perhelatan pekan olahraga Nasional

Antisipasi Batasan Umur IKASI Sumut Siapkan Atlet Usia 20-22, Berlaga di PON 2020 dan PON 2024
Tribun Medan/HO
Kontingen IKASI Sumut Saat mengikuti PON ke-19 di Jawa barat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Regulasi sedikit berbeda pada cabang olahraga (cabor) anggar akan diterapkan pada perhelatan pekan olahraga Nasional (PON) di Papua tahun depan.

Regulasi tersebut adalah penerapan batasan umur maksimal 26 tahun bagi atlet-atlet cabor anggar yang berlaga di PON ke-XX tahun 2020 tersebut.

Terkait adanya regulasi baru itu, Ketua Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IKASI Sumut) Brilian Mochtar mengaku pihaknya sudah mengetahui.

Brilian mengatakan bagi mereka aturan itu tidak menjadi masalah karena IKASI SUMUT masih memiliki sejumlah atlet junior yang bagus.

Bahkan dirinya tetap optimis atlet-atlet muda IKASI SUMUT akan mampu tetap memberikan medali nantinya pada perhelatan PON mendatang.

"Kalau kita lihat bahwa kan ada perubahan peraturan daripada atlet. Kalau dulu anggar itu sampai 35 tahun masih boleh. Sekarang sudah dibatasi atlet itu untuk anggar maksimal 26 tahun di PON Papua. Tapi gak apa-apa karena kita punya junior baguslah, masih sering dapat medali emas, medali perak," ujarnya Sabtu (19/1/2019).

Sementara itu, terkait persiapan menuju ajang empat tahunan tersebut, Pelatih Kepala Pengprov IKASI Sumut, M. Darmawan Siagian mengatakan pihak nya juga sudah mempersiapkan atlet-atletnya.

"Kita persiapkan (atlet) dengan kualifikasi umur di bawah 26 tahun. Karena PON nya kan dibatasi umur 26 tahun," kata Darmawan

Menurut Darmawan, meski untuk PON tahun 2020 mendatang diterapkan syarat batasan umur maksimal 26 tahun, bisa saja peraturan itu kemungkinan berubah untuk penyelenggaran PON selanjutnya.

"Belum tentu, bisa beda (peraturan PON berikutnya) tergantung kepentingan daerah. Bisa berubah, Itukan hasil musyawarah anggota (Munas)," terangnya.

Lebih lanjut, dalam mempersiapkan atletnya saat ini, Darmawan mengatakan memfokuskan pada atlet usia 20-22 tahun. Namun pihaknya bersama pengurus cabang kabupaten/kota juga tetap membina atlet-atlet muda untuk regenerasi.

Terkait Target, Darmawan pun berharap anak-anak asuhnya akan mampu memberi yang terbaik. Dirinya pun optimis atlet anggar akan mampu menyumbang medali bagi Sumut, apalagi Berdasarkan pengalaman selama dua kali PON terakhir, atlet anggar Sumut mampu dua kali menyumbang medali perunggu lewat nomor perorangan maupun beregu.

"Rata-rata masih Kuliah tingkat satu atau tingkat dua, yang untuk 26 tahun ini kita bina atlet usia 20-22. Target kita kan nanti di Sumatera Utara jadi saya estimasi di umur 22 atlet yang saya persiapkan supaya nanti di sana gak terkendala batas umur karena kalau PON namanya sudah perang mental," tandasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved