Ini Kata Atlet Anggar Batas Usia Maksimum 26 Tahun Ikut PON Papua 2020

Perhelatan Pekan olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua tahun depan akan menerapkan batasan usia maksimal 26 tahun

Ini Kata Atlet Anggar Batas Usia Maksimum 26 Tahun Ikut PON Papua 2020
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Mutia Surya Atika atlet anggar Sumut peraih perunggu kelas beregu degen Putri PON ke-XIX di Jawa Barat tahun 2016 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perhelatan Pekan olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua tahun depan akan menerapkan batasan usia maksimal 26 tahun bagi atlet cabang olahraga (Cabor) anggar.

Terkait penerapan regulasi baru itu, atlet putri cabor anggar Sumut Mutia Surya Atika turut angkat bicara menanggapi aturan tersebut.

Menurut gadis kelahiran tahun 1994 ini, penerapan suatu aturan pasti tetap akan ada plus-minusnya bagi para atlet dan juga bagi Sumatera Utara (Sumut).

Sisi positifnya kata Mutia, penerapan aturan tersebut akan memacu para atlet muda untuk berkembang dan dapat menambah jam terbang, pengalaman serta memperkuat mental.

Sebaliknya, sisi negatifnya akan membuat Sumut kehilangan peluang meraih medali dari atlet senior.

Padahal kata Mutia, atlet senior jelas memiliki mental yang lebih kuat dan pengalaman yang banyak dibanding atlet junior.

"Di Sumut kalau kami yang junior sebenarnya teknik senior itu sama kami jauh. Pasti lebih yang senior, karena anggar ini bukan karena kekuatan, tapi olahraganya karena pengalaman dan teknik. Jadi fisiknya tidak terlalu kuat pun kalau tekniknya bagus, masih ada peluang. Tapi kalau hanya untuk yang senior saja, regenerasi untuk yang ke depannya kan susah. Karena kan atlet senior terus yang naik. Kayak PON yang di Jawa Barat yang naik lebih banyak senior," ujarnya kepada Tribun Medan, Sabtu sore (19/1/2019).

Mutia menjelaskan, sebenarnya untuk suatu pertandingan memang harus ada atlet senior dan juniornya, tapi dengan penerapan aturan pembatasan umur maka otomatis atlet senior anggar Sumut yang akan maju di PON Papua 2020 maksimum akan berumur 26 tahun.

Padahal Sumut, kata lulusan D3 USU ini, Sumatera Utara masih memiliki sejumlah atlet anggar berpengalaman yang berumur di atas umur 26 tahun.

"Cuma kalau lebih seru kan ada senior. Jika tidak ada senior, maka bisa saja merugikan karena juniornya kurang pengalaman. Keuntungannya bisa untuk perkembangan juga bagi junior, dan tiap daerah juga beda-beda (situasinya)," kata peraih emas Porkot Medan 2017 dan Perunggu Kejurnas Test Asian Games 2018 ini.

Lebih lanjut, Peraih perunggu kelas beregu degen Putri PON ke-XIX di Jawa Barat tahun 2016 itu juga mengatakan, penerapan aturan tersebut sebenarnya tidak menjadi masalah.

Tapi yang penting, kata Mutia, atlet sudah harus dipersiapkan jauh-jauh hari dengan baik menuju event tersebut.

"Gak ada batasan juga tidak masalah, cuma lihat waktu PON 2016 itu dari setiap senjata yang naik itu senior. Positifnya berarti juniornya harus banyak belajar dari senior. Negatifnya, mungkin jadi kayak mana mau berkembang, senior masih naik terus," pungkas mahasiswi yang kini menempuh kuliah S1 di universitas harapan ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved