Juni 2019, Hasil Panen Padi di Tobasa Diperkirakan 80 Ribu Ton

saat ini, para petani hampir rampung mengolah areal persawahan, dan sebagiannya sudah memulai menanam padi.

Juni 2019, Hasil Panen Padi di Tobasa Diperkirakan 80 Ribu Ton
TRIBUN MEDAN/IST
Foto Ilustrasi: Padi

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Sekitar 10 ribu hektar areal persawahan petani Kecamatan, yakni Siantar Narumonda, Silaen, Sigumpar, Porsea, Parmaksian, Lumban Julu, Bonatua Lunasi, Ajibata, Pintu Pohan Meranti dan Uluan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), siap tanam pada akhir Januari 2019.

10 kecamatan tersebut melaksanakan pola tanam padi serentak setiap tahun, dilaksanakan pada awal hingga akhir Januari. Sementara 6 Kecamatan lainnya yakni, Balige, Laguboti, Nassau, Parsoburan, Borbor danTampahan, yang memiliki areal persawahan 8 ribu hektar, melakukan pola tanam 2 kali setahun.

"Jadi, Juni 2019, Hasil Panen Padi Diperkirakan 80 Ribu Ton," ujar Kadis Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tobasa, Sahat Manullang didampingi sekretarisnya, Jerry Silaen, Minggu (19/1).

Menurutnya, saat ini, para petani hampir rampung mengolah areal persawahan, dan sebagiannya sudah memulai menanam padi. Untuk Kabupaten Tobasa, sekitar 80% saluran irigasi sudah lancar ke areal persawahan. Untuk itu, pihaknya masih menggenjot pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi pada tahun 2019. Hal ini guna mendukung produktivitas pertanian.

"Pembangunan saluran irigasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan ketersedian air yang mengaliri areal persawahan. Saluran irigasi yang lancar adalah kunci keberhasilan produksi padi, irigasi lancar hasil penen pun memuaskan,” terang Jerry.

Sementara pupuk bersubsidi jenis ponska yang biasa digunakan petani, dipastikan Jerry, tidak akan mengalami kelangkaan, maupun keterlambatan. Stok pupuk ponska dipastikan aman hingga petani usai melakukan masa pemupukan.

“Saya pastikan stok pupuk bersubsidi untuk petani tahun ini akan aman. Stok pupuk bersubsidi telah disusun kelompok tani sesuai dengan Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Kita akan lakukan pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi,” papar Jerry.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tobasa memperkirakan, hasil panen padi pada Juni 2019, untuk 10 kecamatan diantaranya, Siantar Narumonda, Silaen, Sigumpar, Porsea, Parmaksian, Lumban Julu, Bonatua Lunasi, Ajibata, Pintu Pohan Meranti dan Uluan, sebesar 80 ribu ton.

Hasil tersebut, diperkirakan dari sekitar 10 ribu hektar areal persawahan yang saat ini melaksanakan musim tanam. Untuk 1 hektar areal persawahan, diperkirakan minimalnya dapat menghasilkan 8 ton padi kering.

“Hasil penen padi petani rata-rata 8 ribu -10 ribu kilogram per rante. 1 hektar hasilnya 8 ton padi kering. Untuk 10 ribu hektar areal persawahan, hasil minimal 80 ribu ton, dan hasil panen bisa saja mengalami peningkatan hingga 10 ribu-12 ribu ton padi kering,” terangnya.

Usai musim panen, petani di 10 kecamatan tersebut, mengelola areal persawahan dengan membudidayakan ikan mas hingga pertengahan Desember. Sebagian petani juga menanam plawija seperti jagung, kacang dan tomat.

Sedangkan petani di Kecamatan Balige, Laguboti, Nassau, Parsoburan, Borbor danTampahan, yang melakukan panen dua kali dalam satu tahun, dengan luas areal persawahan 8 ribu hektar, dapat menghasilkan 64 ribu ton gabah kering.

“Harga gabah saat ini Rp.4.500,- per kilogram. Mudah-mudahan harga ini tetap stabil hingga panen raya pada Juni 2019. Pemkab Tobasa akan mengawasi harga padi kering pada panen raya yang akan datang, sehingga perekonomian petani dapat meningkat di Kabupaten Tobasa,” ucap Jerry.

(jun/tribun-medan.com)

Foto: Kadis Pertanian Kabupaten Tobasa, Sahat Manullang

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved