Wisatawan Mengeluhkan Akses Jalan Menuju Wisata Pemandian Air Panas, Minim Fasilitas Pendukung

jalan menuju objek wisata yang tak jauh dari Gunung Sibayak itu kondisi aspalnya terlihat banyak yang terkelupas.

Wisatawan Mengeluhkan Akses Jalan Menuju Wisata Pemandian Air Panas, Minim Fasilitas Pendukung
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Wisatawan melintasi jalan menuju objek wisata air panas Sidebuk-Debuk, di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Minggu (20/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Setelah lelah bekerja, tentunya hal yang pasti dicari pada akhir pekan adalah tempat wisata untuk melepas penat.

Seperti diketahui, Kabupaten Karo dikenal menjadi tujuan wisata karena banyaknya tempat wisata yang ditawarkan. Namun, sangat disayangkan objek wisata air panas yang ada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, hingga saat ini masih minim fasilitas pendukung.

Amatan www.tribun-medan.com, sepanjang jalan menuju objek wisata yang tak jauh dari Gunung Sibayak itu kondisi aspalnya terlihat banyak yang terkelupas. Bahkan, tak jarang ditemui banyak lubang-lubang dengan diameter hingga satu meter di beberapa titik.

Dengan kondisi seperti ini, tentunya sangat mengganggu wisatawan yang datang ke sana. Seperti yang diungkapkan wisatawan dari Medan Bagus Rizky, dirinya mengaku perjalanannya ke objek wisata itu cukup terganggu.

"Terganggu lah bang, kalau jalannya bagus kan bisa cepat kita sampainya bang. Apalagi ditambah hujan gini, makin sulit lah enggak tau mana lubangnya," ujar Bagus, saat ditemui di pintu masuk Desa Doulu, Minggu (20/1/2019).

Diketahui, beberapa waktu lalu lokasi ini sempat menjadi sorotan, karena selalu tergenang banjir saat hujan tiba. 

Amatan www.tribun-medan.com, saat ini lokasi langganan banjir tersebut memang sudah diperbaiki dan diaspal. Namun, lokasi lainnya masih tampak banyak lubang yang menganga, dengan kedalaman lima hingga 10 centimeter.

Selain kondisi jalan yang kupak-kapik itu, fasilitas lainnya juga menjadi perhatian wisatawan. Karena mulai dari depan Gapura hingga pintu masuk Desa Doulu, penerangan seperti lampu jalan juga tampak kurang memadai. Padahal, tak jarang pengunjung yang menikmati wisata tersebut pada malam hari.

Menanggapi hal ini, warga Tanjung Mulia itu mengungkapkan minimnya penerangan tentu sangat membahayakan. Baik bagi masyarakat sekitar, maupun wisatawan yang ingin menikmati mandi air panas pada malam hari.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved