NEWS VIDEO: Sepanjang Jalan Tomok-Tanjungan Berbahaya bagi Pengendara

Situmorang selaku warga Samosir mengaku kecewa terhadap kondisi jalan yang belum genap enam bulan itu.

NEWS VIDEO: Sepanjang Jalan Tomok-Tanjungan Berbahaya bagi Pengendara
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Badan Jalan Lingkar Pulau Samosir nyaris amblas tergerus air akibat tidak ada perencanaan yang matang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Sejumlah titik kondisi jalan lingkar Pulau Samosir tepatnya di Desa Sosor Tolong-Sigarantung menuju Desa Tanjungan Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, membahayakan bagi pengendara. Pengendara, P Situmorang Warga Tanjungan mengaku resah melintas di jalan tersebut.

Katanya, jalan tersebut kurang lebih enam bulan diaspal. Sisi lain, ada  jalan nyaris terputus, dan sisi jalan longsor karena tidak ada tembok penahan. Sementara  timbunan tanah liat dan dudukan aspal tidak padat.

Situmorang selaku warga Samosir mengaku kecewa terhadap kondisi jalan yang belum genap enam bulan itu, tetapi sudah rusak parah.

“Belum enam bulan sudah rusak, sudah putus,” ujarnya.

Pengguna  jalan yang melintas pada malam hari bisa terjebak apabila tidak hati-hati. Situmorang berharap, pihak kontraktor bertanggung jawab atas kondisi jalan yang belum sampai 6 bulan pengerjaan tetapi sudah rusak.

“Kontraktornya harus bertanggung jawablah, jangan ke atas laporannya pekerjaan sudah beres tetapi kami warga asli Samosir ini jadi korban,”sebutnya.

Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung antar kecamatan ke pelabuhan-pelabuhan besar seperti Dermaga KMP Sumut di Simanindo, juga Dermaga KMP Tao Toba di Tomok dan KMP Ihan Batak di Ambarita.

Terpantau, di sisi lain pengerjaan jalan terkesan asal jadi. Tebing-tebing tidak pernah ditembok untuk menahan longsor.

Sementara itu, sisi badan jalan sebelah jurang selalu digilas menggunakan situmalas. Padahal tidak diberi tembok penahan atau bronjong, sehingga material kerikil terbuang begitu saja digerus air. Drainase juga tidak benar dan selalu mengiikis dinding tebing.

Beberapa waktu lalu kontraktor pelaksana ditemui di lapangan hanya mengatakan perbaikan jalan sulit diatasi karena rawan hujan.

Disinggung soal bagaimana solusi yang akan ditawarkan untuk mengatasi kendala yang selalu terjadi, dirinya menyebut akan berkordinasi dengan para pakar.

Terkait sisi jalan yang selalu amblas dan ditimbun memakai kerilkil, dirinya mulai mengelak kamera. Material kerikil selalu terbuang ke jurang dirinya mengaku sulit dikerjakan karena pebebasan lahan susah diselesaikan. "Itu karena pembebasan lahan yang selalu terkendala," jelasnya.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved