Tak Punya Biaya Berobat, Mariana yang Kena Kanker Malah Kena Tagih di RSUD

penyakit ini sudah ia keluhkan sejak dua bulan lalu. Kemudian baru tanggal 15 Januari lalu ia dibawa suaminya ke RSUD Deliserdang.

Tak Punya Biaya Berobat, Mariana yang Kena Kanker Malah Kena Tagih di RSUD
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Mariana dan suaminya hanya bisa pasrah di dalam rumah, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Mariana (36) warga Jalan Sadar Timur Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang saat ini hanya bisa pasrah dengan penyakit kanker yang ia alami.

Karena keterbatasan biaya ibu dua orang anak ini hanya terdiam di dalam rumahnya yang berdinding tepas. Besar harapannya agar bisa disembuhkan dari penyakit ini karena untuk beraktivitas ia pun sudah kesulitan. Perutnya kini membuncit tidak seperti biasanya.

Saat dikunjungi Tribun, Mariana hanya terbaring di lantai. Ia pun banyak menerima kunjungan dari masyarakat sekitar yang ingin melihat kondisinya.

Mariana menyebut kalau penyakit ini sudah ia keluhkan sejak dua bulan lalu. Kemudian baru tanggal 15 Januari lalu ia dibawa suaminya ke RSUD Deliserdang.

"Awalnya perut saya ini panas, baru kubalas dengan minum air es. Tapi makin lama makin besar, sakitnya enggak tapi jadi makin tambah besar saja sekarang. Ya bagaimana mau ke rumah sakit BPJS Kesehatan enggak punya. Kartu apapun dari Pemerintah enggak pernah dapat karena suami saya ikut-ikut orangnya kerjanya mocok-mocok. Kadang ada kadang enggak ada kerjaan,"ujar Mariana.

Suaminya, Hermansyah Damanik menceritakan istrinya itu sebenarnya sudah pernah ia larikan ke rumah sakit pada 15 Januari lalu. Namun saat itu pengobatan hanya bisa dirasakan selama satu malam saja karena besoknya ia sudah membawa istrinya pulang. Ia dan istrinya sepakat pulang karena sadar bahwasanya biaya pengobatan sudah besar.

"Kemarin saya sudah bilang sama Kadus (Kepala Dusun) tolong dibantu untuk keluarkan surat miskin. Jadi sebelum siap saya bawa saja ke rumah sakit. Itulah pas besoknya ada orang yang sakit seruangan sama istri saya. Saat itu dia bilang Camat katanya tidak mau lagi mengeluarkan surat miskin. Ya dibilangnya gitu saya langsung tanya ke bagian keuangan saya tanya sudah berapa biaya pengobatan istri saya. Karena sudah 1,2 juta ya pulang sajalah,"kata Hermansyah.

Ia menyebut untuk membayar Rp 1,2 juta itu ia pun harus meminjam uang dari saudaranya. Ia berharap agar pengobatan istrinya bisa ditangani sebaik mungkin kedepannya. Ia berharap agar hal ini juga bisa menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Karena berdasarkan keterangan dokter di RSUD apa yang diderita istrinya adalah penyakit kanker.

Humas RSUD Deliserdang, Delyunmas Ziraluo mengakui kalau Mariana adalah pasien mereka beberapa waktu lalu. Ia menyebut berdasarkan data yang ia pegang bahwasanya Mariana pulang dari rumah sakit pada 17 Januar. Terhitung ada dua malam ia dirawat di RSUD Deliserdang.

" Jadi selama masuk itu petugas kita sudah bilang agar suaminya dapat melengkapi SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari Desa dan Kecamatan. Sudah kami bilang agar itu dapat dilengkapi dalam waktu empat hari biar bisa kita bantu untuk bisa dapat BPJSnya karena di sini pun ada orang dinas sosial. Sudah ada tim yang dibentuk untuk membantu orang yang tidak mampu agar bisa diurus BPJSnya karena Jamkesda tidak ada lagi, Tapi kemarin suaminya tapi sampai tiga hari itu tidak mau juga,"kata Delyunmas.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved