Edy Rahmayadi Perintahkan Pemkab Karo Tuntaskan Relokasi Siosar

Selain berkeliling ke rumah-rumah, dirinya juga sempat menanyakan kendala apa yang hingga saat ini masih dikeluhkan.

Edy Rahmayadi Perintahkan Pemkab Karo Tuntaskan Relokasi Siosar
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (tengah) meninjau kawasan relokasi Siosar, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, SIOSAR - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, menginstruksikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, untuk segera menyelesaikan segala permasalahan yang ada di relokasi Siosar.

Hal ini dikatakannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Kamis (24/1/2019).

Saat meninjau kawasan relokasi, Edy tampak berkeliling ke lokasi relokasi yang baru dibangun. Selain berkeliling ke rumah-rumah, dirinya juga sempat menanyakan kendala apa yang hingga saat ini masih dikeluhkan.

Ternyata, didapat informasi dari warga jika air untuk mengaliri seluruh relokasi masih kurang. Edy lantas mencari informasi dari warga, di mana sumber air yang bisa diambil untuk pengairan ke komplek korban erupsi Gunung Sinabung itu.

"Coba saya tanya dulu, warga pasti tau di mana ada sumber air," ujar Edy.

Lantas, datang seorang pria yang diketahui merupakan kepala desa di sana mengatakan jika di perbukitan tak jauh dari lokasi relokasi ada sumber air. Untuk itu, dirinya segera memerintahkan Pemkab Karo dan seluruh stakeholder untuk bekerjasama dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

"Saya mau cepat ya, ini untuk rakyat, semua harus bekerjasama, kita harus ikut aturan, itu yang dinamakan sinergitas," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, pemerintah tetap fokus untuk melakukan pembangunan di kawasan relokasi Siosar. Seperti perumahan, infrastruktur seperti jalan, pertanian, serta pengadaan air.

"Pembangunan yang saat ini perlu kita sikapi di siosar ini, rencananya sampai radius tujuh kilometer semuanya direlokasi. Jadi supaya tidak ada lagi yang kena bencana," katanya.

Dirinya mengungkapkan, untuk kawasan relokasi Siosar sebenarnya pemerintah telah menggelontorkan sejumlah dana. Dirinya menyebutkan, untuk tahun anggaran 2018 dana yang dikucurkan sebesar 161 miliar rupiah.

"Kalau dari APBD jumlahnya sekitar 10 miliar khusus untuk siosar, tapi dalam berbentuk barang," katanya.

Melihat kekayaan alam yang baik di Sumatera Utara, dirinya mengatakan pembangunan untuk mendukung kesejahteraan rakyat harus ditingkatkan. Karena selama ini, dirinya mengaku pembangunan di Sumatera Utara masih sedikit tertinggal. Melalui pembangunan, dirinya berharap dapat mengejar ketinggalan tersebut.

"Kita dikasih bonus tanah yang subur, udara yang baik, jadi ayo kita fokus dan ajak semua rakyat bekerjasama. Jadi pemimpin dan rakyat berjalan seirama, sehingga baik infrastruktur yang mendukung ekonomi rakyat berjalan," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved