Prihatin Kondisi Pembangunan di Sumut, Edy Rahmayadi Sindir Kades hingga Bupati

Edy menilai para pengguna anggaran tersebut tidak serius dalam mengelola dana yang sebagian besar merupakan hasil pemberian dari pemerintah pusat.

Prihatin Kondisi Pembangunan di Sumut, Edy Rahmayadi Sindir Kades hingga Bupati
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menyampaikan sambutan dalam pertemuan dengan Forkompinda Dairi di Balai Budaya, Sidikalang pada Jumat (25/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan kesannya selama berkunjung ke Kabupaten Karo, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Dairi selama dua hari terakhir.

Bahkan Edy menyindir kondisi pembangunan di tiga kabupaten yang ada di Sumut itu dihadapan seluruh kepala desa yang berasal dari Karo, Dairi dan Pakpak Bharat dan Bupati Dairi, Jhonny Sitohang Adinegoro.

Meski Edy mengakui selama menjabat Gubernur Sumut belum bisa berbuat banyak, karena terkendala dengan kondisi keuangan Pemprov Sumut yang disebutnya masih banyak memiliki utang.

"169 hari saya jadi gubernur. Saya pastikan kita semua masih ecek ecek. Karena kondisi pembangunan dan masyarakat kita masih menangis. Kapan ibu pertiwi kita ini bisa tersenyum," kata Edy di Balai Budaya, Sidikalang pada Jumat (25/1/2019).

Sehingga Edy menilai para pengguna anggaran tersebut tidak serius dalam mengelola dana yang sebagian besar merupakan hasil pemberian dari pemerintah pusat.

"Dana desa itu langsung dari presiden ke kepala desa. Tahun ini Karo dapat Rp 197 miliar, Dairi dapat Rp 149 miliar dan Pakpak Bharat Rp 48 miliar. Jangan sia-sia kan uang negara itu untuk kegiatan yang tidak perlu, seperti Bimtek ke Bali. Fokus saja bangun desa masing-masing," sebut mantan Pangkostrad tersebut.

Untuk itu, Edy pun menegaskan akan memberikan kesempatan kepada seluruh kepala desa yang ada di tiga kabupaten tersebut untuk mengelola dana desa untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat banyak.

Dalam waktu tiga bulan kedepan, Edy berencana menanyakan perkembangan pengelolaan dana desa kepada kepala desa.

"Tiga bulan saya akan panggil kepala desa secara acak ke kantor gubernur. Akan saya tanya uang dana desa kalian bikin apa? Habis kemana?" tegas Edy.

Begitu juga dengan para bupati yang daerahnya ia kunjungi, Edy menyebutkan banyak bupati yang menebar senyum ketika bertemu dengan dirinya.

"Bupati pun senyum-senyum asal jumpa sama saya. Itu kan karena takut APBD-nya nggak dikasih dari provinsi," ujarnya yang langsung disambut tawa para Forkompinda Dairi dan lainnya.

Edy pun mencontohkan perkembangan pembangunan Kota Surabaya, Jawa Timur dengan menampilkannya dilayar melalui proyektor. Menurutnya, hal itu bisa terjadi apabila pemerintah komitmen dalam mengelola anggaran.

"Sudah tidak waktunya kita saling menyalahkan sudah saatnya kita melangkah kedepan. Kalau dalam dua tahun kondisi Sumut sudah seperti itu (Surabaya). Saya akan mundur jadi gubernur," ucapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved