Dugaan Pelecehan Seksual oleh TKA Tiongkok di Sipirok, Bokong Korban Dipukul Berulang Kali

Saat itu, ia sedang berada di dapur. Tiba-tiba, GJ datang dan langsung memukul bokongnya sebanyak dua kali.

Dugaan Pelecehan Seksual oleh TKA Tiongkok di Sipirok, Bokong Korban Dipukul Berulang Kali
TRIBUN MEDAN/Nanda F Batubara
Perempuan yang diduga sebagai korban pelecehan seksual oleh TKA asal Tiongkok saat diperiksa penyidik di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tapanuli Selatan, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULI SELATAN - Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok pada pembangunan PLTA Sipirok, Tapanuli Selatan, disebut-sebut tidak hanya terjadi sekali.

Bahkan, terduga pelaku serta korbannya pun tidak hanya satu orang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak Polres Tapanuli Selatan, korban pertama dugaan pelecehan seksual ini berinisial LKH (24), warga Dusun Gunung Hasahatan, Desa Aek Batang Paya, Tapanuli Selatan.

Ia diduga dilecehkan oleh seorang TKA asal Tiongkok berinial GJ (54).

LKH diketahui bekerja sebagai juru masak pada pembangunan PLTA Sipirok.

LKH mengaku mengalami pelecehan seksual pada Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, ia sedang berada di dapur. Tiba-tiba, GJ datang dan langsung memukul bokongnya sebanyak dua kali.

Informasi yang diperoleh, perlakuan ini tidak hanya dirasakan LKH sekali.

Ia diduga sudah berulang-ulang kali mengalami pelecehan seksual. Karana tidak tahan, akhirnya ia pun melapor.

Baca: Dua TKA asal Tiongkok Dilaporkan Kasus Pelecehan Seksual Juru Masak Proyek PLTA Sipirok

"Saat ini mereka sedang di Mapolres untuk melapor. Kita tunggu perkembangan selanjutnya," ujar Kasubbag Humas Polres Tapanuli Selatan IPTU Alpian Sitepu, Jumat (25/1/2019).

Halaman
123
Penulis:
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved