Terungkap, Tersangka Gunawan Pemilik Pabrik Ekstasi di Medan Pernah Dihukum Tahun 2010

Tertangkapnya GUN bersama IKS, RB oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam kasus ekstasi industri rumahan

Terungkap, Tersangka Gunawan Pemilik Pabrik Ekstasi di Medan Pernah Dihukum Tahun 2010
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
BNN menggerebek industri ekstasi rumahan di Jalan Pukat VIII Gang Murni No. 19 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 20.00 WIB malam. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tertangkapnya GUN bersama IKS, RB oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam kasus ekstasi industri rumahan, membuka tabir baru bahwa peredaran narkoba saat ini, tidak lagi identik di pemukiman sepi dan jauh dari penduduk.

Melainkan telah berani merambah lokasi padat penduduk untuk dijadikan sebagai tempat memproduksi barang haram tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, dalam semalam tersangka GUN bisa memproduksi hingga 1.000 butir pil ekstasi. Walaupun saat ini GUN hanya bekerja sesuai pesanan yang diminta saja.

Namun hal itu, telah membukakan mata masyarakat bahwa peredaran narkoba sudah merambah kawasan padat, yang seharusnya mudah diketahui.

Buktinya, dalam menjalankan aksinya, GUN bisa menutupi produksi ekstasi industri rumahan yang dijalaninya seorang diri di rumah milik keluarganya.

Adik kandung GUN, RK mengutarakan bahwa pasca kejadian keluarganya seolah menjadi terangsing dilingkungan rumah bahkan terancam terusir.

Selain itu, RK mengungkap bahwa GUN ternyata beberapa tahun yang lalu pernah berurusan dengan kasus serupa, hingga ditangkap dan mendekam dalam penjara.

"GUN pernah masuk penjara dalam kasus narkoba. Dia di hukum pada tahun 2010 lalu dan keluar 5 tahun setelahnya. Dia waktu itu tertangkap membawa ekstasi di daerah Jalan SM Raja," kata RK, Sabtu (26/1/2019)

"Tiba-tiba kami dapat surat yang memberitahukan bahwa GUN ditangkap dan akhirnya menjalani hukuman di Lapas Tanjung Gusta. Kalau nggak salah kasusnya ekstasi juga. Dia di vonis 9 tahun dan menjalani 2/3 hukuman serta mendapat remisi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved