Spirit Books and Coffee Manjakan Pengunjung dengan 35 Ribu Buku Bacaan

Sebesar 90 persen pengunjung Spirit adalah mahasiswa Univeristas Sumatera Utara Jurusan Sastra dan Hukum.

Spirit Books and Coffee Manjakan Pengunjung dengan 35 Ribu Buku Bacaan
Istimewa
Pengunjung Spirit Books and Coffee 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menghabiskan waktu dengan membaca tidak ada salahnya. Membaca bisa membuka pikiran dan tentunya menambah pengetahuan. 

Namun, kehadiran taman baca di Kota Medan bisa disebut langka. Masyarakat Kota Medan mungkin hanya mengetahui keberadaan perpustakaan Kota Medan. Membaca di sana bisa jadi kaku dan tidak asik.

Kehadiran taman baca pun menjadi satu hal yang sangat mewah. Apalagi jika bisa bersantai sambil ngopi. Satu taman baca yang bisa menjawab semuanya ada di Komplek Pamen Padang Bulan Bisa menjadi referensi Anda yang hobi membaca dan menyukai kopi. Namanya Spirit Books and Coffee.

"Saya dulu sangat suka membaca. Buku apa saja saya baca. Selama kuliah, saya selalu bawa buku. Ketika kumpul bersama teman, mereka ngerumpi saya membaca buku. Tetapi, saya suka ngumpul bersama-sama," ungkap Owner Spirit Books and Coffee Albert Simon Simanjuntak, Tribun, Sabtu (26/1).

Awal 2006, tambahnya, di Jalan Jamin Ginting, dekat Sumber, Padang Bulan, ia melihat sebuah ruko yang dikontrakkan. Laki-laki yang akrab disapa Simon ini berfikir tempat tersebut akan bagus jika dijadikan taman bacaan.

"Saya hanya berkhayal pada saat itu dan belum ada rencana membuka sebuah tempat yang akan menjadi sebuah taman baca. Saat bertemu dengan teman-teman, saya nyeletuk jika ada kios yang disewakan dan saya berniat membuat buat taman bacaan. Ternyata, mereka serius menanggapinya," katanya.

Teman-temannya ada yang menyumbangkan ide. Yang lain ada yang meminjamkan Rp 1 juta hingga Rp 7 juta. Dengan modal buku yang hanya satu meja dan tempat yang harus dibenahi, ia memulai membuat taman buku.

"Nama Spirit diambil karena saat itu hanya modal semangat saja. Modal saya bukan hanya nol tapi minus. Di tahun itu, minat baca masih tinggi, jalannya bagus dan bertahan sampai sekarang," tambah Simon.

Sebesar 90 persen pengunjung Spirit adalah mahasiswa Univeristas Sumatera Utara Jurusan Sastra dan Hukum. Biasanya, mereka yang datang punya jeda antara jam kuliah. Spirit Books and Coffee selalu menjadi tempat pilihan nongkrong. Bahkan, Simon mendapati mereka sambil tertidur.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved