Objek Wisata Puncak Sipisopiso Minim Fasilitas, Butuh Perjuangan karena Jalan Rusak Parah

kekayaan alam yang sudah terkenal baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara ini, terkesan dikelola setengah hati.

Objek Wisata Puncak Sipisopiso Minim Fasilitas, Butuh Perjuangan karena Jalan Rusak Parah
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kondisi jalan menuju Objek Wisata Sipisopiso rumah parah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEREK - Kabupaten Karo sudah lama terkenal memiliki banyak objek wisata. 

Setiap pengunjung yang datang, dapat memilih apakah ingin berlibur sambil belanja buah dan sayur di Pasar Buah, maupun sekedar menikmati alam bumi turang ini. 

Namun, kekayaan alam yang sudah terkenal baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara ini, terkesan dikelola setengah hati. Pasalnya, banyak lokasi wisata yang akses jalan dan fasilitas lainnya kurang mendapat perhatian. 

Seperi contohnya objek wisata Puncak Sipiso-piso yang terletak di Desa Pengambatan, Kecamatan Merek. Lokasi yang bisanya digunakan untuk wisatawan berkemah ini, terlihat kurang tertata. Padahal, hampir setiap minggu tempat ini selalu dipenuhi para penikmat alam. 

Salah satu pengunjung Zainul Lubis, mengaku dirinya sedikit terganggu dengan kondisi tersebut. Karena, selain di lokasi yang biasa dipakai berkemah, akses jalan menuju lokasi tersebut juga sangat dikeluhkan. 

"Sebetulnya tempatnya enak sekali untuk kemah, tapi mau ke sini butuh perjuangan dulu karena jalannya kurang bagus. Lihat lah di bawah tadi bang, jalannya banyak batu-batu, jadi agak susah," ujar Zainul, Minggu (27/1/2019).

Kurangnya perhatian dari pihak terkait ternyata tak hanya pada akses jalan, karena pondok-pondok dengan aksen rumah adat Karo juga kurang terawat. Bangunan pondok-pondok tersebut, juga tampak sudah mulai lapuk. 

Selain itu, Zainul juga mengungkapkan tempat parkir yang ada di lokasi tersebut, juga terlihat kurang tertata dengan baik. Untuk itu, dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Karo, terutama Dinas Pariwisata agar kembali memperhatikan kondisi terkini objek-objek wisata. Terlebih, dikatakannya Kabupaten Karo selalu menjadi daerah yang dituju oleh wisatawan setiap musim libur. 

“Harusnya pemerintah memberi perhatian untuk mengembangkan wisata ini, seperti penambahan fasilitas pendukung. Karena selama ini sepertinya pemerintah daerah kurang memperhatikan untuk objek wisata ini," katanya. 

Zainul menambahkan, selain memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tentunya pengelolaan yang baik akan berdampak bagi masyarakat sekitar. Karena, dapat memberikan lapangan pekerjaan, dan juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved