Parkir di RSUD Deliserdang Dikenakan Tambahan Pembayaran, Ini Kata Pengelola

Beberapa pengunjung pun mengaku sempat terkejut dengan tarif yang dikenakan oleh pihak pengelola.

Parkir di RSUD Deliserdang Dikenakan Tambahan Pembayaran, Ini Kata Pengelola
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Pengunjung RSUD Deliserdang mengambil tiket masuk parkir, Senin, (28/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Pihak RSUD Deliserdang mulai menata sistem perparkiran baik untuk pengunjung maupun untuk pekerja.

Untuk perparkiran tidak lagi dilakukan secara manual namun sudah menggunakan portal dan elektronik. Informasi yang dikumpulkan pengelolaan parkir saat ini sudah ditangani oleh Fun Parking dari PT Bahana Solusi Bersama.

Beberapa pengunjung pun mengaku sempat terkejut dengan tarif yang dikenakan oleh pihak pengelola.

Hal ini dikarenakan pihak pengelola parkir kurang terbuka memberlakukan tarif. Setiap kendaraan yang keluar dari area rumah sakit selalu dikenakan biaya tambahan Rp 1000 rupiah untuk satu unit kendaraan.

"Untuk mobil tercantum sekali masuk Rp 3 ribu per unit dan ditambah seribu di jam berikutnya. Kaget juga kok belum satu jam di rumah sakit tapi sudah kena Rp 4 ribu. Harusnya jujurlah cantumkan Rp 4 ribu jangan buat-buat Rp 3 ribu sekali masuk,"ujar Darma salah satu warga Lubukpakam.

Humas RSUD Deliserdang, Delyunmas Ziraluo menjelaskan selain pengunjung para pegawai RSUD juga saat ini harus mengikuti penerapan sistem parkir berbasis elektronik ini. Disebut kalau nantinya pegawai akan dibekali kartu elektronik sehingga dapat dibedakan mana yang pegawai mana yang pengunjung. Meski mudah menemui orang-orang yang kecewa dengan tarif parkir di rumah sakit ini namun ia menyebut hingga kini belum ada pengunjung yang melapor ke mereka.

"Kita tidak ada dengar ada yang mengeluh, karena enggak ada keluhan masuk. Kalau ada pastikan kita coba ajukan sama pengelolanya. Bukan masalah karena kami yang pegawai ini gratis. Kita juga kalau seandainya karcis (struk) hilang pegawai juga dikenakan ganti rugi kok. Makanya nanti kami juga mau dibuat pakai kartu seperti ATM gitu,"kata Delyunmas.

Ia menegaskan kalau pengelola Fun Parking ini dibawah pengawasan dari Dinas Perhubungan Deliserdang. Disebut Dinas tersebut lah yang menunjuk untuk beroperasional di rumah sakit. Dianggap kalau dengan sistem bukan manual lagi keamanan kendaraan pengunjung maupun pegawai lebih terjamin lagi.

Sementara itu Manager Fun Parking, Fandi yang dikonfirmasi mengakui kalau pihaknya membebankan seribu rupiah lagi kepada setiap kendaraan yang dibawa oleh pengunjung rumah sakit. Menurutnya uang seribu tersebut untuk asuransi sehingga jikalau terjadi kehilangan mereka bisa membayar ganti rugi kepada korban. Ditegaskan kalau ganti rugi siap mereka bayarkan sesuai dengan harga pasar kendaraan yang hilang.

"Itunya bang seribu itu untuk asuransi kita buat. Jadi kalau hilang kita tetap bertanggungjawab. Berapa harga pasar kendaraan itu bisa kita ganti hanya dengan membayar seribu. Karena diasuransi kita itu batas maksimalnya mau mereka Rp 250 juta untuk membayar. Memang tidak kita cantumkan di struk tapi ini akan menjadi masukan sama kita lah," kata Fandi.

Ia menyebut tidak mungkin hanya dengan tarif Rp 2000 untuk sepeda motor dan Rp 3000 untuk mobil biaya ganti rugi bisa mereka lakukan. Terhitung sudah mau tiga bulan lamanya mereka beroperasional di rumah sakit milik Pemkab Deliserdang ini.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved