TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Mengenal Masjid Al Osmani Masjid Tertua di Kota Medan, Dibangun Raja Deli Tahun 1854

Terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Masjid Al Osmani berada sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan.

TRIBUNWIKI: Mengenal Masjid Al Osmani Masjid Tertua di Kota Medan, Dibangun Raja Deli Tahun 1854
Tribun Medan / Silfa
Masjid Al-Osmani di jalan KL Yos Sudarso Kelurahan, Pekan Labuhan, Medan Belawan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Masjid Raya Al Osmani adalah sebuah masjid bersejarah di kota Medan. Masjid ini di kenal dengan sebutan Masjid Labuhan Deli, lantaran lokasinya yang berada di Kecamatan Medan Labuhan.

Terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, Masjid Al Osmani berada sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan.

Tepat di depan Masjid Al Osmani, ada sebuah sekolah bernama Yayasan Pendidikan Islam (YASPI ). Menurut cerita sebelum dijadikan bangunan sekolah, dulunya lahan tersebut adalah Kerajaan Sultan Deli, sebelum di pindahkan ke Istana Maimoon.

Masjid Al-Osmani adalah masjid tertua di Kota Medan, dibangun pada tahun 1854 oleh Raja Deli ketujuh, yakni Sultan Osman Perkasa Alam dengan menggunakan bahan kayu pilihan.

Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Al Osmani Ahmad Fahruni mengatakan masjid ini awalnya dibangun dengan ukuran 16x16 meter, dan terbuat dari bahan kayu dalam bentuk panggung. Tujuannya sebagai sarana tempat berkumpul umat Islam, dan mengkaji tentang keislaman.

"Masjid ini disebut Al Osmani karena mengingat pendiri yang pertama yakni Sultan Osman Perkasa Alam, yang merupakan Sultan ketujuh," kata Ahmad, Senin (28/1/2019).

Banjir Pekalongan, Camat Pimpin Bawahan Berbaris di Tengah Banjir

Polrestabes Medan Ultimatum Bandit Jalanan Tidak Macam-macam Jelang Perayaan Imlek

Jusuf Kalla Kritik Kemacetan Jakarta: Thamrin seperti Singapura tapi Priok seperti di Bangladesh

Ia menambahkan, pada tahun 1870-1872, terjadi pemugaran secara besar-besaran di Masjid Al Osmani. Pemugaran tersebut terjadi pada masa Sultan yang kedelapan yakni Sultan Mahmud Perkasa Alam, yang tidak lain adalah anak kandung dari Sultan Osman Perkasa Alam.

Pintu Potong Sahabatnya yang Sedang Menikah karena Tidak Suka Lihat Sang Pengantin Perempuan

Bebek Paling Kesepian di Dunia Mati Diserang Anjing, Para Warga Mengaku Rindu

Pemugaran tersebut membuat bangunan masjid yang tadinya terbuat dari bahan kayu, renovasi menjadi permanen. Menjadikan bangunan masjid melebar, dari semula 16x16 meter menjadi 26x26 meter, dalam bentuk permanen yang di lihat sampai sampai sekarang. Masjid Al Osmani menjadi peninggalan Sultan kedelapan Sultan Mahmud Perkasa Alam.

"Sekarang dapat kita rasakan, kenyamanan dan keindahan dari masjid ini, sehingga bagi umat Islam dapat melaksanakan ibadah, yang merupakan dambaan kita bersama," katanya.

Wisatawan Tewas Tertimpa Jendela Hotel dari Lantai 16, Hari Pertama Tamasya di Hongkong

MALAYSIA Tolak Atlet Israel hingga Dicoret sebagai Tuan Rumah dan Batalkan Investasi China Rp 281 T

"Masjid ini, selain digunakan sebagai tempat beribadah, Masjid Al Osmani juga dipakai sebagai tempat peringatan dan perayaan hari besar keagamaan," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved