Advertorial

Santripreneur Indonesia Bersama Kominfo RI Bekali Siswa Sekolah dan Madarasah dengan IT

Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi

Santripreneur Indonesia Bersama Kominfo RI Bekali Siswa Sekolah dan Madarasah dengan IT
TRIBUN MEDAN/HO
Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, NIAS (29/1/2019) - Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Gelaran acara yang bertajuk Bakti Kominfo Untuk Negeri tersebut mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO.

Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Selasa (29/1/2019).
Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Selasa (29/1/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Acara yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Kantor Kelurahan Pasar Lahewa tersebut merupakan tempat ketiga setelah sebelumnya diadakan di Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Nias.

Kegiatan ini merupakan upaya Santripreneuer Indonesia bersama pemerintah melalui Bakti Kominfo RI untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan optimal.

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya media sosial di Indonesia sangatlah pesat sehingga terbentuk era baru yang sering dikenal dengan era milenial.

Era milenial merupakan era dimana para generasinya tidak bisa lepas oleh sosial media maupun smartphone. Jika generasi milenial tidak diberikan arahan dan kawalan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, ditakutkan terseret oleh dampak negatif perkembangan TIK seperti berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian di media sosial.

Setelah mengikuti sosialisasi tersebut peserta dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan bijak dan optimal. Teknologi Informasi dan Komunikasi layaknya dua mata pisau, membawa dampak yang sangat positif jika digunakan secara bijak dan optimal misalnya pembelajaran melalui internet atau bahkan wadah untuk berwirausaha.

Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Selasa (29/1/2019).
Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Selasa (29/1/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Namun, jika tidak digunakan secara bijaksana, generasi muda akan terseret oleh dampak negatif dari sosial media maupun internet.

Acara ini turut mengundang Bupati Kabupaten Nias Utara, Kepala Kemenag Kabupaten Nias Utara, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias Utara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara, Kapolsek Lahewa, Koramil Lahewa, Camat Lahewa, Kepala KUA Kec. Lahewa, Lurah Pasar Lahewa dan para guru Madarasah Aliyah, Tsanawiyah dan sekolah terdekat.

Acara ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari santri dan warga sekitar. Acara dimulai pukul 09.45 WIB diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia raya, penampilan nasyid dan sambutan oleh Lurah Pasar Lahewa, perwakilan dari Santripreneur Indonesia (Moch. Asrori, SE), dan Bupati Kabupaten Nias Utara.

Sosialisasi dan pelatihan dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembicara oleh Dr. Ir. Sudjatmogo, M. Sc (Dewan Penyelaras Usaha Santripreneur Indonesia) dan Akhmad Khambali, SE., MM.

Dalam pengantarnya, Moch Asrori menyampaikan bahwa media sosial memiliki dua sisi yang berbeda yakni positif dan negatif. “Para santri dan siswa-siswi harus memaksimalkan sisi positif dengan adanya media sosial. Misalnya digunakan untuk mengembangkan bisnis.” Beliau menambahkan bahwa pemerintah juga harus mendukung gerakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Sekda Kabupaten Nias Utara, menyampaikan bahwa siswa dan santri harus mandiri di era saat ini yang memanfaatkan digitalisasi. "Anak muda harus mandiri dan mampu memanfaatkan media sosial secara maksimal dan optimal. Bisa dimanfaatkan dalam dunia bisnis."

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved