Bermodalkan 4 Atlet, Tim Sambo Sumut Raih 2 Emas dan 2 Perak di Kejurnas 2019
Tim Sambo Sumut berhasil menorehkan hasil fantastik dengan meraih 2 emas dan 2 perak di Kejurnas Sambo 2019 di Ciloto
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Sambo Sumut berhasil menorehkan hasil fantastik dengan meraih 2 emas dan 2 perak di Kejurnas Sambo 2019 di Ciloto, Jabar pada 27 Januari 2019.
Hasil ini terbilang gemilang pasalnya dari 4 atlet yang dikirimkan, dan seluruhnya berhasil meraih medali. Dengan rincian Izin yg dari sumut persih medali emas, Reymond Simanjuntak (57 kg) dan Stephanie Grageoka Sinaga (60 kg). Lalu peraih medali perak Teguh Wijaya (68 kg) dan Edwin Tio (82 kg).
Pelatih Tim Sambo Sumut, Ihsan Idris Silalahi mengatakan bahwa keberhasilan para atlet Sumut ini ada pada ketahanan tubuh para atlet Sumut.
"Memang karena cabor sambo ini memang hampir mirip dengan beladiri gulat. Jadi keempat atlet yang kita kirimkan ini memang yang memiliki basic gulat. Jadi memang atlet kita ini petarung yang jauh lebih kuat dari atlet yang ada di Jawa sehingga bisa mencetak dua emas dan dua perak," katanya kepada Tribun, Rabu (30/1/2019).
Namun, ia mengakui secara teknik para atletnya masih membutuhkan latihan untuk bisa mengimbangi para atlet dari Jawa.
"Ya secara teknik kita harus membutuhkan pelatihan juga. Karena memang di sana (Jawa) mereka banyak menggelar kejuaraan di internal makanya jam terbang mereka bisa tinggi," jelasnya.
Bahkan, Ihsan menegaskan atlet Sumut bisa meraih medali lebih banyak apabila bisa mengirimkan atlet yang lebih. Namun karena terkendala dana untuk memberangkatkan atlet menjadi halangan.
"Bisa saja kita meraih medali lebih banyak tapi apa daya pemberangkatan atlet ini juga terkendala. Bahkan kami berangkat ini juga dukungan dari orang tua para atlet pribadi dari sekolah tempat mereka juga. Jadi para orang tua ini siap membiayai pribadi keberangkatan anak-anaknya. Jadi atlet yang lain belum diberangkatkan karena biaya ini," tegasnya.
Hal ini disebabkan, Sambo ini belum terdaftar sebagai cabor dalam naungan KONI Provinsi. Sehingga sokongan dana baik dari pemerintah maupun KONI belum terealisasi.
"Ya memamg karena keterbatasn dukungan pemerintah lah mungkin. Karena memang sambo ini masih terdaftar di KONI Pusat. Jadi harapan dan target kita di tahun ini Sambo bisa masuk di KONI Sumut. Sebenarnya kita kemarin sudah sempat audensi tapi memang belum ada kesepakatan," tuturnya.
Dengan masuknya para atlet Sumut ini di deretan juara 1 dan 2, Ihsan menambahkan bahwa para atletnya berpeluang masuk Timnas Sambo di Pelatnas Sea Games 2019 Filipina.
"Ya sangat berpelungan besar, tinggal menunggu koordinasi dengan PB Persambi dengan panitia Sea Games di Filipina. Nomor-nomor mana saja yang akan dipertandingkan, jadi kalau para atler kita ada nomornya saya yakin akan dipanggil. Karena perjanjian di awal para peraih emas dan perak akan masuk Pelatnas," tutupnya.
Sementara, Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis menyebutkan syarat cabor bisa dimasukkan di KONI bila memiliki 10 Pengcab di daerah.
"Jadi memang sambo ini belum masuk, karena kita punya persyaratan bahwa cabor itu harus punya 10 pengcab di daerah. Dengan catatan kesepuluhnya memiliki dua dojo dan komunitasnya. Jadi memang kita akan lihat ini dulu," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-sambo-sumut-bersama-ketua-pb-persambi-krisna-bayu-dimana-sumut.jpg)