Bisnis Batik Kian Menjanjikan, Ini Kata Pengelola Rumah Batik Siti Khadijah

Pengelola Rumah Batik Siti Khadijah, Reza Ansari Siregar mengatakan prospek bisnis batik saat ini cukup menjanjikan.

Bisnis Batik Kian Menjanjikan, Ini Kata Pengelola Rumah Batik Siti Khadijah
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pengelola Rumah Batik Siti Khadijah, Reza Ansari Siregar memegang kain batik cap senilai Rp 150 ribu per dua meter di Rumah Batik Siti Khadijah yang berada di Jalan Gunung Mahameru Glugur Darat, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Memasuki era modern, batik tak lagi identik dengan pakaian formal, sejak batik Indonesia ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya, pemakaian batik pun berkembang pesat terutama di kota-kota besar.

Di Kota Medan, Sumatera Utara terdapat Rumah Batik Siti Khadijah yang berada di Jalan Gunung Mahameru Glugur Darat, Medan. Rumah Batik Siti Khadijah ini buka Senin sampai Sabtu pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Pengelola Rumah Batik Siti Khadijah, Reza Ansari Siregar mengatakan prospek bisnis batik saat ini cukup menjanjikan.

"Bisnis batik ini masih menjanjikan, pangsa pasarnya juga masih banyak, tergantung kita saja, siap atau enggak untuk mengambil pangsa pasar itu," ujar Reza, Rabu (30/1/2019).

Reza mengatakan bisnis batik merupakan salah satu usaha yang masih langkah walaupun memang sebelumnya sudah ada beberapa pengrajin batik di Medan.

"Dengan adanya Rumah Batik Siti Khadijah ini, kita lebih meluaskan lagi usaha batik ini, dan kita ingin mengenalkan batik kepada masyarakat. Selain itu bisnis batik ini untuk membuka lapangan pekerjaan terutama untuk produksi batik," ucap Reza.

Dalam proses pembuatan batik, kata Reza, sebelumnya, ia belajar ke Jogjakarta selama beberapa hari.

"Kemudian kita mendatangkan pengajar dari jogja sekitar dua bulan sampai kita bisa produksi sendiri dengan baik itu prosesnya," tambahnya.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya membidik pangsa pasar dari berbagai kalangan komunitas. Namun tidak menutup kemungkinan juga untuk menyasar para pegawai negeri dan pegawai BUMN.

"Setiap usaha pasti memiliki kendala. Kalau bisnis batik ini kendala utamanya masih mengenai bahan baku. Bahan baku batik tidak tersedia di Kota Medan, 95 persen bahan baku batik berupa kain dan alat-alat lainnya yang bisa mendukung produksi masih kita datangkan dari Jawa, Jogja dan Pekalongan," kata Reza.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved