Kasi Parkir Dishub Siantar Akui Susah Mengawasi Petugas Parkir Nakal

Biaya parkir yang diminta Rp 2 ribu. Parahnya, petugas parkir tidak pernah memberikan karcis parkir kepada pengendara.

Kasi Parkir Dishub Siantar Akui Susah Mengawasi Petugas Parkir Nakal
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Kasi Terminal Parkir dan Perlengkapan Jalan Dishub Siantar, Muhammad Sofyan saat ditemui di kantornya, Rabu (30/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Masyarakat Kota Pematangsiantar mengeluh dengan keburukan pelayanan parkir di tepi jalan umum.

Masyarakat menilai jalan di Kota Siantar selalu dibebani biaya parkir. Biaya parkir yang diminta Rp 2 ribu. Parahnya, petugas parkir tidak pernah memberikan karcis parkir kepada pengendara.

Seorang warga Minda (20) warga Jalan Gereja Kota Siantar menilai pemerintah tidak menetapkan biaya parkir sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Parkir. Ia mengatakan pemerintah tidak menerapkan dan mengawasi Perda parkir di Kota Siantar.

Misalnya di tepi jalan utama yakni Jalan Merdeka, Jalan Sutomo, dan Jalan Kartini tampak petugas parkir di depan ruko dan tepi jalan.

"Hampir seluruh petugas parkir tak memberikan karcis ketika mengutip biaya parkir. Mereka hanya minta uang lalu pergi,"kata Minda pengendara sepeda motor di Jalan Merdeka, Rabu (30/1/2019).

Ia mengungkapkan ada juga juru parkir yang menolak diberikan Rp 1 ribu. Padahal, dalam Perda retribusi parkir untuk roda dua Rp 1 ribu dan roda empat Rp 2 ribu.

"Kita beri seribu, juru parkirnya langsung minta tambah. Katanya, sudah biasa Rp 2 ribu. Kalau tidak kita kasih, yang ada bertengkar. Jadi malu,"katanya.

Menanggapi ini Kasi Terminal Parkir dan Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Kota Siantar Muhammad Sofyan mengatakan selalu memberikan karcis kepada petugas parkir di setiap blok.

Katanya, bagi pengendara jangan memberikan retribusi melebihi yang telah ditetapkan Perda. Ia mengatakan masyarakat memiliki hak untuk keberatan jika tak sesuai peraturan.

"Saya mengimbau bayar sesuai dengan Perda-nya saja, kalau keberatan itu hak masyarakat," kata Sofyan.

Saat disinggung tentang keluhan masyarakat, Sofyan mengaku tidak dapat mengkordinir keadaan di lapangan. Ia menyarankan pengendara untuk melaporkan ke Aparat Penegak Hukum. Ia juga berharap masyarakat berkenan melaporkan jika ada petugas parkir yang nakal.

"Kami hanya minta seribu untuk satu karcis roda dua. Kalau di lapangan kami gak bisa kontrol itu, karna kami di sini sudah jelas, masalah orang itu (jukir) dilapangan kami gak bisa kontrol,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved