Advertorial

Siswa-Siswi Madrasah dan Masyarakat Kabupaten Nias Barat Dibekali IT dan Kewirausahaan

Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi

Siswa-Siswi Madrasah dan Masyarakat Kabupaten Nias Barat Dibekali IT dan Kewirausahaan
TRIBUN MEDAN/HO
Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Kamis (31/1/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, NIAS (31/1/2019) - Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

Gelaran acara yang bertajuk Bakti Kominfo untuk Negeri tersebut mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO. Acara yang diselenggarakan di halaman madrasah berjalan dengan lancar, dan banyak dari masyarakat yang antusias mengikuti acara terutama saat diskusi atau tanya jawab berlangsung.

Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Kamis (31/1/2019).

Kegiatan ini merupakan upaya Santripreneuer Indonesia bersama pemerintah melalui Bakti Kominfo RI untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan optimal. Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya media sosial di Indonesia sangatlah pesat sehingga terbentuk era baru yang sering dikenal dengan era milenial.

Era milenial merupakan era dimana para generasinya tidak bisa lepas oleh sosial media maupun smartphone. Jika generasi milenial tidak diberikan arahan dan kawalan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, ditakutkan terseret oleh dampak negatif perkembangan TIK seperti berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian di media sosial.

Harapan setelah mengikuti sosialisasi tersebut peserta dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan bijak dan optimal. Teknologi Informasi dan Komunikasi layaknya dua mata pisau, membawa dampak yang sangat positif jika digunakan secara bijak dan optimal misalnya pembelajaran melalui internet atau bahkan wadah untuk berwirausaha. Namun, jika tidak digunakan secara bijaksana, generasi muda akan terseret oleh dampak negatif dari sosial media maupun internet.

Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Kamis (31/1/2019).

Acara ini turut hadir Bupati Kabupaten Nias  Barat bapak Faduhusi Daely, S. Pd , Kepala Kemenag Kabupaten Nias Barat Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias Barat,  Kapolres , ormas, dan pejabat pemerintahan lainya,  serta perangkat desa se-Sirombu. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dan warga sekitar.

Berlangsungnya acara sangat meriah dimulai pukul 09.30 WIB diawali dengan penyambutan oleh Ketua yayasan beserta guru-guru kepada bapak bupati serta narasumber yang datang dengan mengalungkan bunga sebagai simbol ucapan selamat datang, setelah itu dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia raya, penampilan nasyid dan sambutan oleh Ketua Yayasan Nurul Iman, perwakilan dari Santripreneur Indonesia (Dr. Mohammad Sobirin M.Hum), Bimbingan dan arahan oleh bapak bupati serta pemberian cinderamata berupa baju adat kebesaran Nias Barat kepada narasumber.

"Kami sangat bahagia dengan adanya acara ini, semoga acara ini dapat berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat Sirombu khususnya dan Nias Barat umumnya. Karena memang masyarakat perlu mengetahui penggunaan IT secara bijak. Apalagi pemerintah terus mengembangkan infrastruktur, sehingga masyarakat siap untuk memanfaatkannya. "Tutur Bapak Bupati.

Sosialisasi dan pelatihan dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembicara oleh Dr. Ir. Sudjatmogo, M. Sc (Dewan Penyelaras Usaha Santripreneur Indonesia) dan Noor Wahyudi, SIP (Konsultan dan Praktisi Bisnis).

Dalam pengantarnya, M. Sobirin  menyampaikan bahwa teknologi informasi bagi siswa-siswi mempunyai sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. “Para santri dan siswa-siswi harus memaksimalkan sisi positif dengan adanya media sosial.

Halaman
12
Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved