Berbekal Desain Grafis, Reggy Nouvan HR Mantap Tekuni Bisnis Komik

mengasah bakat desain grafis dan pembuatan komik dari kegemaran menggambar, membaca komik dan menonton film kartun.

Berbekal Desain Grafis, Reggy Nouvan HR Mantap Tekuni Bisnis Komik
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Creativepreneur asal Kota Medan, Reggy Nouvan HR mengasah bakat desain grafis dan pembuatan komik dari kegemaran menggambar, membaca komik dan menonton film kartun, menuntunnya berkreativitas membuat karya cerita bergambar sendiri. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN
Kata entrepreneur sudah tidak asing lagi untuk zaman sekarang sebab entrepreneur diartikan sebagai seseorang yang membawa perubahan berupa ide-ide baru atau inovasi sehingga menghasilkan suatu karya yang baru dan hebat.

Seiring berkembangnya zaman, entrepreneur sekarang lebih dikenal dengan creativepreneur yang merupakan gabungan dari dua kata yakni, creative dan entrepreneur yang berarti pelaku usaha kreatif.

Creativepreneur lebih banyak ditekuni oleh generasi muda yang melakukan bisnis dengan ide-ide yang lebih kreatif.

Untuk menjadi creativepreneur, diperlukan jiwa wirausaha dan semangat yang tinggi. Serta pikiran yang kreatif sangat penting untuk menjadi creativepreneur agar menghasilkan ide baru yang dapat menciptakan suatu produk yang diminati dan disukai oleh banyak orang.

Salah satu Creativepreneur asal Kota Medan, Reggy Nouvan HR mengasah bakat desain grafis dan pembuatan komik dari kegemaran menggambar, membaca komik dan menonton film kartun, menuntunnya berkreativitas membuat karya cerita bergambar sendiri.

Reggy mengatakan Tahun 2014 menjadi awal baginya sebagai seorang komikus. Sejak saat itu, ia mulai aktif berkecimpung dalam komik digital berjudul Kolorman.

"Memang dari kecil, saya suka menggambar, tamat dari SMA (Sekolah Menengah Atas), saya enggak tahu mau ngapain, jadi sebelum masuk kuliah lalu saya buat komik dan teryata banyak yang suka, akhirnya lama-lama masuk promosi dan endorse sampai sekarang," ujarnya, Minggu (3/2/2019).

Diakui Reggy, ia belajar secara otodidak. Konsep komik yang dihasilkannya, lebih ke parodi yang membahas isu-isu terkini dan yang sedang viral di tengah masyarakat. 
"Saya buat komik agar ada pesan yang disampaikan, temanya beda-beda, dan tentu diisi dengan isu terkini,"ucapnya.

Proses pembuatan komik yang dibuat Reggy tidak sembarangan, dalam menghasilkan komik, ia mengkolaborasi metode manual dan teknologi. Biasanya ia mengkonsep terlebih dahulu cerita komiknya dengan kertas dan alat tulis. Setelah itu, proses pewarnaan ia menggunakan komputer lalu hasil cerita bergambar itu dibagikan melalui sosial media.

"Saya buat sketsa dari kertas bekas, lalu saya scan, masuk ke komputer selanjutnya saya tebalkan garisnya, kemudian saya posting di sosial media,"ujar Reggy.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved