Warga Khawatir Beberapa Titik Rawan Longsor di Kecamatan Bakkara, Pemerintah Diminta Turun

hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas, karena kendaraan roda empat akan terhambat material longsor.

Warga Khawatir Beberapa Titik Rawan Longsor di Kecamatan Bakkara, Pemerintah Diminta Turun
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Badan jalan tertutup material longsor di Kecamatan Bakkara, Humbahas, Minggu (3/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM, HUMBAHAS-Bongkahan batu besar menumpuk di sejumlah badan jalan di Desa Bakkara, Kecamatan Bakkara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Minggu (3/2/2019).

Menurut warga setempat, Lintong Banjar Nahor, kondisi tersebut sudah hampir seminggu berlangsung.

"Sudah lebih dari empat hari kondisi jalan begini," ujar Lintong yang sehari-hari melintasi jalan itu saat menuju ke ladangnya di Desa Binangan Rihit, Kecamatan Muara, Taput.

Menurutnya, ada tiga titik rawan longsor di desa tersebut yang masih sejalur dengan jalan yang ia lalui.

Akibatnya, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas, karena kendaraan roda empat akan terhambat material longsor.

"Cuma bisa dilewati kendaraan roda dua",tambahnya.

Pantauan Tribun, jalur tersebut kini mengancam keselamatan dan tentu membahayakan bagi siapapun yang melintas. Batu-batu lainnya masih tersisa dan terlihat menggantung di sisi tebing.

Katanya, warga mencoba berinisiatif dan bergotong royong memecah batu dengan martil, linggis. Namun, mereka hanya mampu menyingkirkan sedikit nongkahan batu ke pinggir jalan. Hingga kini bongkahan batu masih tersisa di badan jalan. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.

Tuppak Manullang, warga lainnya mengatakan sampai Minggu sore belum ada upaya Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menggeser sisa-sisa longsor.

Meski jalan tersebut bukan jalan utama merupakan yang menghubungkan Taput dan Humbahas, perlu dilakukan antisipasi dan penanganan.

"Memang ini bukan jalan vital, teyapi sebaiknya jangan dibiarkan. Apalagi kan resikonya berbahaya, pengendara bisa terjebak longsoran kalaubtidak dicari solusinya," tambahnya.

Selain itu, kata Tuppak bila jalan itu berlama-lama dibiarkan, tentu aktifitas masyarakat di desa akan ternganggu. Longsoran itu juga tidak cukup hanya digeser, namun harus didirikan tembok penahan longsor.

 
"Sebaiknya, beberapa titik harus juga dibangun tembok untuk menahan longsor," anjurnya.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved