8 Kegiatan yang Dianggap Pantang Dilakukan saat Imlek, Dipercaya Turun Temurun

Kepercayaan akan hal tabu ini turun temurun dan dilakukan oleh generasi Tionghoa, meski sekalipun telah merantau jauh.

8 Kegiatan yang Dianggap Pantang Dilakukan saat Imlek, Dipercaya Turun Temurun
TRIBUN MEDAN
Pekerja memasang sejumlah lampion di halaman Vihara Setia Buddha, Binjai, Sumatra Utara, Minggu (3/2/2019). Menjelang perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek sejumlah vihara yang ada di Binjai terus berbenah untuk mempercantik Vihara.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Kepercayaan akan hal tabu ini turun temurun dan dilakukan oleh generasi Tionghoa, meski sekalipun telah merantau jauh.

TRIBUN-MEDAN.com - Hari raya Imlek dirayakan dengan meriah oleh masyarakat Tionghoa.

Uniknya saaat hari raya Imlek ada berbagai hal yang dianggap tabu untuk dilakukan, dibeli, atau bahkan dimakan.

Kepercayaan akan hal tabu ini turun temurun dan dilakukan oleh generasi Tionghoa, meski sekalipun telah merantau jauh.

1. Makan Bubur

Dapat dipastikan sulit atau bahkan tidak ada bubur di meja makan orang Tionghoa saat merayakan Imlek.

Bubur dianggap menghalangi rezeki dan mendatangkan kemiskinan. Jadi yang disantap biasanya selalu nasi padat.

2. Keramas

Mencuci rambut atau keramas juga dianggap tidak baik saat hari Imlek.

Mencuci rambut diibaratkan menghapus atau mengurangi keberuntungan untuk sepanjang tahun berikutnya.

Sama halnya jika potong rambut. Jadi biasanya keramas dilakukan hari sebelum Imlek.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved