Gogon Kecewa Pembunuh Sekeluarga Tahun 2013 Belum Terungkap, Polisi Jawab Begini

Meski sudah beberapa bulan ia menjabat di Polres Deliserdang namun ia mengaku belum mengetahui detail kasusnya

Gogon Kecewa Pembunuh Sekeluarga Tahun 2013 Belum Terungkap, Polisi Jawab Begini
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Gogon saat berada di Mapolres Deliserdang Senin, (4/2/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM- Hingga kini kasus pembunuhan satu keluarga di Namorambe belum juga dapat diungkap oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra Samara yang dikonfirmasi mengenai kasus pembunuhan sekeluarga di Namorambe ini belum dapat berkomentar banyak. 

Meski sudah beberapa bulan ia menjabat di Polres Deliserdang namun ia mengaku belum mengetahui detail kasusnya. Ketika itu ia berjanji untuk menindaklanjuti informasi yang disampaikan.

"Yang di Namorambe itu ya. Saya belum pernah tau soal itu. Besok saya tanya dulu lah,"ujar Bayu Selasa, (5/2/2019).

Satu hari sebelumnya, Sayful alias Gogon, keluarga korban pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Desa Suka Mulia Hilir Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang kembali lagi mendatangi Polres Deliserdang.

Kedatangan Gogon saat itu untuk mempertanyakan sudah sejauh mana hasil penanganan yang dilakukan oleh polisi sebab saat ini belum ada ditetapkan tersangkanya.

Padahal kasus pembunuhan tragis itu sendiri sudah terjadi sejak 13 Mei 2013.

Korbannya adalah pasangan suami istri, Patar Ginting dan Sakini serta satu orang anak perempuannya Aisah Amini.

Saat di Polres, Gogon sempat bertemu dengan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait yang hadir di Polres dengan didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang, Junaidi Malik.

Ia berharap agar dalam hal ini Aris juga bisa mendesak pihak kepolisian untuk dapat secepatnya mengungkap kasus ini karena dalam peristiwa itu ada korban anak-anak yang merupakan keponakannya.

"Ya saya masih terus berharaplah agar polisi ini bisa terus mengungkap kasus pembunuhan keluarga kakak saya ini. Saya datang ke Polres karena sudah janjian sama pak Aris. Dulu pak Aris pernah datang sosialisasi ke Namorambe dan disitu saya sampaikan sama beliau soal pembunuhan ini. Sampai sekarang belum juga diketahui siapa pelaku pembunuhan keluarga kakak saya ini. Saya sebagai adiknya juga masih terus penasaran siapa yang tega berbuat keji sama keluarga kakak saya,"ujar Gogon.

Upaya Gogon agar polisi terus memberikan perhatiannya atas kasus pembunuhan satu keluarga ini memang sudah berulang. Ia pun sudah belasan kali mendatangi Mapolres Deliserdang termasuk juga beberapa kali masuk dalam pemberitaan media massa. Bahkan ia sudah pernah masuk dalam pemberitaan media massa lantaran mengadukan keluhannya itu ke Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto.

"Selain ke Polres aku juga datangi Polda bang. Tapi itulah jawaban dari orang Polda sama kayak yang dulu-dulu. Dibilang masih terus kita tidak katanya, tapi apapun hasilnya belum ada. Saya yakin kalau polisi mau serius ya bisa saja terungkap kasus ini,"kata Gogon. 

Gogon dan Aris Merdeka Sirait pada saat itu gagal bertemu dan bertatap muka dengan Kapolres AKBP Eddy Suryantha Tarigan. Hal ini lantaran pada saat mereka sampai di Mapolres yang diwaktu yang bersamaan Eddy Suryantha sedang ada kegiatan di ruang aula. Karena Aris Merdeka Sirait keburu dengan jadwal penerbangan menuju ke Jakarta akhirnya mereka pun berpisah. Sebelumnya kedatangan Aris sudah sempat ditunggu oleh Kapolres pukul 09.00 WIB namun karena tidak kunjung datang dan baru tiba pukul 09.40 WIB kemudian Kapolres pun berlalu ke tempat lain. 

"Ya memang kita yang terlambat datang. Tapi karena pak Aris juga pesawatnya jam 11.00 berangkat makanya tidak bisa menunggu lagi. Pak Aris hanya berharap agar polisi bisa menjadikan kasus yang di Namorambe itu menjadi atensi,"kata Junaidi Malik. (dra)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved