Tradisi Bagi-bagi Angpao pada Perayaan Imlek, Ini Kata Ketua HIKMAHBUDHI Medan

Anak-anak yang lebih muda biasanya akan diberikan angpao oleh orang yang sudah menikah

Tradisi Bagi-bagi Angpao pada Perayaan Imlek, Ini Kata Ketua HIKMAHBUDHI Medan
TRIBUN MEDAN/HO
Nikko memegang angpao. Sebagai anak yang belum menikah, ia berhak menerima angpao 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Imlek adalah perayaan tahun baru dalam kalender Cina. Tahun ini, Imlek jatuh pada tanggal 5 Februari.

Dalam Imlek banyak acara yang diselenggarakan oleh masyarakat Tionghoa.

"Biasanya kami pergi ke tempat orang yang paling tua. Kami akan berkumpul di rumah kakek atau nenek satu keluarga," ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) Kota Medan, Nikko.

Anak-anak yang lebih muda biasanya akan diberikan angpao oleh orang yang sudah menikah, seperti orang tua atau paman yang sudah menikah.

Angpao biasanya berwarna merah dan berisi sejumlah uang. Biasanya ini sebagai momen berbagi rezeki. Tetapi bagi-bagi angpao punya makna yang lebih besar.

"Dengan pemberian angpao harapannya anak-anak dalam satu tahun ke depan aman dan tentram tanpa halangan yang berarti," ujarnya

Ia menambahkan warna merah biasanya identik dengan imlek dan menunjukkan kegembiraan dan semangat untuk nasib yang lebih baik.

Selain itu biasanya dalam perayaan imlek ada agenda santap bersama. Niko mengatakan untuk pilihan menu makanan maupun kue-kue tergantung keluarga masing-masing.

"Kalau beribadah itu tergantung orangnya masing-masing juga. Karena imlek kan dirayakan oleh orang Tionghoa yang masing-masing punya kepercayaan sendiri. Jadi ada yang ke vihara atau tempat ibadah lain itu tergantung masing-masing," ujarnya

Menurut astrologi Cina, tahun 2019 jatuh pada tahun babi tanah. Di tahun ini, Nikko berharap masyarakat bisa semakin solid. Apalagi bertepatan dengan tahun politik, ia berharap tidak ada perecahan karena perbedaan pandangan politik.

"Di tahun baru ini, memasuki tahun politik kami berharap Indonesia bisa menjadi negara yang mempertahankan budaya masing-masing dan tetap menghargai budaya orang lain. Sehingga kita bisa semakin solid," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved