Air Tidak Pernah Mengalir Setahun, Pelanggan Tirta Deli Kaget Kena Tagihan Rp 651 Ribu

Saat ini ia dikenakan biaya tagihan sebesar Rp 651.400 untuk hitungan mulai dari bulan Maret 2018 hingga Februari 2019.

Air Tidak Pernah Mengalir Setahun, Pelanggan Tirta Deli Kaget Kena Tagihan Rp 651 Ribu
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kantor PDAM Tirta Deli

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Managemen PDAM Tirta Deli dipinta untuk memperbaiki dan mengecek sistem penghitungan tagihan kepada para pelanggannya.

Hal ini lantaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Deliserdang itu mengeluarkan biaya tagihan hingga ratusan ribu kepada pelanggannya meskipun air tidak pernah mengalir selama setahun ke pelanggan.

Tagihan pelanggan PDAM Tirta Deli.
Tagihan pelanggan PDAM Tirta Deli. (TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR)

Salah satu pelanggannya yang kecewa itu adalah E.S Sinaga warga Desa Tumpatan Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang.

Saat diwawancarai Emra tampak begitu sangat kesal dengan apa yang ia alami.

Ia mengaku sangat tidak terima dengan tagihan yang dikeluarkan oleh Tirta Deli.

Saat ini ia dikenakan biaya tagihan sebesar Rp 651.400 untuk hitungan mulai dari bulan Maret 2018 hingga Februari 2019.

"Saya bukannya tidak mau bayar, kalau memang ada air yang mengalir ya enggak masalah pasti akan saya bayar apa yang ditagih. Tapi ini sudah setahun air tidak pernah menetes sedikitpun ke rumah. Jadi kok bisa kena sampai Rp 651.400 gitu. Apa pantas saya bayar kalau air pun enggak ada yang menetes ke rumah saya,"ujar E.S Sinaga Rabu, (6/2/2019).

Dari struk tagihan yang ditunjukkan ES Sinaga kepada Tribun, diketahui tagihan sebesar Rp 651.400 terdiri dari uang air, beban tetap dan denda. Untuk uang air dalam kurun waktu 12 bulan tagihan yang dikenakan kepadanya itu sebesar Rp 524.400. Sementara untuk beban tetap dikenakan Rp 72 ribu karena untuk tiap bulannya dikenakan Rp 6 ribu. Baru kemudian dikenakan denda sebesar Rp 55 ribu karena perbulannya dikenakan Rp 5 ribu.

"Kan tidak masuk akal kalau kita disuruh bayar sebesar ini. Air enggak hidup dikenakan denda dan beban tetap. Aku kemarin sempat protes sama yang ngasih tagihan ke rumah. Kubilang sama dia mungkin yang mencatat meteran di rumah ku itu mencatatnya di warung makanya bisa segitu besar saya kena,"kata ES Sinaga.

Ia menyebut ketika dirinya menyampaikan keluhan kepada petugas yang mendatangi rumahnya selalu saja disampaikan jika ingin protes silahkan mendatangi kantor PDAM Tirta Deli. Karena merasa sangat kecewa ia berencana untuk mendatangi kantor Tirta Deli dalam waktu dekat. Ia berharap agar masalah yang ia alami ini bisa menjadi perhatian dan tindaklanjut dari pihak Managemen.

"Waktu masih enam bulan saya didatangi juga sama orang Tirta Deli. Saya ya protes juga kenapa bisa kena banyak. Ya walaupun dulu ditagih ya saya enggak mau bayarlah karena memang enggak ada air yang netes ke rumah. Di rumah ya terpaksa pakai sumur karena ngarepin PDAM tidak ada juga airnya. Udah pernah dicek pipa di rumah sebenarnya tapi enggak ada masalahnya katanya tapi kok bisa banyak gitu airnya. Harusnya diperbaiki dulu air di rumah dan dibuat sampai mengalir baru minta biaya tagihan,"katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved