7 Hotel Mulai Dibangun di Kawasan Danau Toba Pada Bulan Juli, Berikut Penjelasan Luhut
Pemerintah menargetkan proses pembangunan kawasan wisata Danau Toba kuartal III
"Pemerintah menargetkan proses pembangunan kawasan wisata Danau Toba, terutama di antaranya groundbreaking bangunan hotel sudah dapat di mulai pada kuartal III 2019."
----- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan----
/////
TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah terus mendorong pembangunan dan pengembangan destinasi pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara.
Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu (6/2/2019).
"Tadi kita mau groundbreaking hotel-hotel sudah mulai kuartal III atau atau sekitar bulan Juli-September tahun 2019," katanya.
Luhut menuturkan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan lainnya seperti hotel sebagian besar sudah rampung.
Sertifikat lahan dengan luas sekitar 386 hektare tersebut pun sudah ada.
"Kalau kuartal II belum siap. Jadi sudah kita siapkan kuartal III. Tanah 386 hektare atau berapa tadi hampir semua sudah beres sertifikat sudah ada tinggal dana infrastruktur kemudian ada dana kerohiman beberapa tempat kita sedang bereskan itu tinggal kita hitung," ujar Luhut mengutip Liputan6.com.
Luhut sudah mengagendakan akan bertemu dengan tujuh pengembang, di antaranya pengembang hotel di kawasan Danau Toba.
"Itu ada 6-7 hotel. nanti minggu depan saya undang kemari yang 7 supaya paralel semua. (Investasi) Wah itu mungkin beberapa triliun kali itu," kata dia.
Baca: KMP Ihan Batak Solusi Urai Antrian Panjang Liburan di Danau Toba, Layani Rute Ajibata-Ambarita
Baca: Detik-detik Pelayaran Pertama KMP Ihan Batak yang Sudah Ditungu Perantauan
Baca: Feri KMP Ihan Batak Layani Penumpang di Danau Toba, Sejak Awal Oktober 2018
Baca: KMP Ihan Batak Sukses Berlayar di Perairan Danau Toba Rute Pelabuhan Ajibata-Ambarita
Warga Berunjuk Rasa
Sementara, sekitar 100 warga pinggir Danau Toba berunjuk rasa ke kantor Bupati dan DPRD Toba Samosir (Tobasa) mendesak PT Aquafarm Nusantara ditutup operasionalnya, Senin (4/2/2019).
Dalam aksi yang juga membawa serta anak-anak dari Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, warga menyebut, perusahaan yang beternak ikan di Danau Toba itu telah merusak lingkungan, terutama mencemari air danau.
"Ada tiga tuntutan kita. Tapi yang paling utama meminta Bupati Toba Samosir menghentikan operasional PT Aquafarm Nusantara di Desa Sirungkungon," ujar Arimo Manurung, salah seorang warga saat dihubungi via ponsel, Senin (4/2/2019), mengutip Kompas.com.