Gara-gara Suara Knalpot Pelajar MAN dan SMK 1 Lubukpakam Nyaris Tawuran

Informasi yang dihimpun di lokasi, bentrokan nyaris terjadi gara-gara suara knalpot sepeda motor yang dikendarai siswa SMK 1.

Gara-gara Suara Knalpot Pelajar MAN dan SMK 1 Lubukpakam Nyaris Tawuran
Tribun Medan / Indra
Dua orang siswa SMK Negeri 1 Lubukpakam diamankan di pos scurity MAN Lubukpakam setelah nyaris terlibat bentrokan Jumat, (8/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Siswa SMK Negeri 1 Lubukpakam dan siswa MAN Lubukpakam nyaris terlibat tawuran Jumat, (8/2/2019). Aksi bentrokan hampir terjadi di area luar depan lingkungan MAN Lubukpakam.

Informasi yang dihimpun di lokasi, bentrokan nyaris terjadi gara-gara suara knalpot sepeda motor yang dikendarai siswa SMK 1.

Pada saat itu siswa SMK Negeri 1 datang ke MAN dengan mengendarai sekitar 10 unit sepeda motor. Selain membawa kayu mereka juga membawa batu krikil.

Diduga apa yang mereka bawa itu untuk persiapan menyerang siswa MAN karena sebelumnya sempat menegur mereka atas suara knalpot sepeda motor yang dinaiki.

Siswa SMK baru membubarkan diri setelah pihak sekolah MAN dibantu dengan orangtua walimurid turun tangan.

Atlet Tenis Meja NPC Sumut Latihan Keras Jelang Seleksi Nasional Solo demi Paragames Filipina 2020

2 Mahasiswi Indonesia Dapat Serangan Rasialis di Australia, Pelaku Tak Suka Pakaian Hitam Korban

Dulu Sangat Benci Islam dan Sebut Al-Quran Adalah Racun, Kini Mantan Politisi Ini Jadi Mualaf

Dzulmi Eldin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Anggota DPRD Medan Bangkit Sitepu

Ketika itu ada dua orang siswa SMK yang berhasil diamankan dan kemudian dibawa ke pos scurity yakni H dan F. Saat itu wajah keduanya pun tampak kusam.

"Kami mau sholatnya Om sebenarnya. Bukan aku (yang mau tawuran), aku cuma ikut kawan aja tadi. (Kenapa kusam wajahnya) dipukuli ntah siapa saja tadi aku," ujar F.

111 Guru dan Tenaga Penyuluh Pertanian Ikuti Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Tidak lama diamankan F dan H langsung dijemput oleh beberapa orang gurunya. Dengan wajah kesal guru mereka pun langsung membawa setelah meminta izin sama polisi yang sempat turun ke lokasi.

" Tadi kami sedang di museum (jarak 300 meter dari MAN) dengar ada ribut-ribut. Pertama kami berpikir nanti siswa kami, rupanya betul memang," ujar salah seorang guru SMK Negeri 1.

Scurity MAN Lubukpakam yang diwawancarai mengaku kalau kedatangan siswa SMK ini sudah dari dua hari sebelumnya.

Dzulmi Eldin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Anggota DPRD Medan Bangkit Sitepu

Wali Kota Medan Tinjau SMP Negeri 38 Medan

2 Tahun Pembunuhan Anaknya, Kristina Sembiring: Pak Jokowi Tolong Saya. .

Disebut kalau mereka selalu datang dan melintas di depan sekolah MAN dengan menggeber-geber sepeda motor. Disebut awal mula keributan terjadi lantaran saat itu siswa MAN menegur karena keberatan atas sikap yang ditunjukkan.

Pakai Google Maps, Sopir Asal Bali Ini Malah Terjun ke Sungai, Kok Bisa?

Terungkap, Pengendara yang Ngamuk dan Banting Motor Saat Ditilang Polisi Ternyata Penadah

Shayetet 13, Unit Paling Rahasia nan Berbahaya dari Israel

"Dari kemarin itu mereka sudah geber-geber. Ya mau sholat ke masjid kan anak-anak (MAN) ini. Karena digeber-geber gitu dan mau tersenggol ya marah lah. Yang ketakutan kan yang perempuan karena bawa batu mereka (siswa SMK) ini tadi," kata scurity MAN yang namanya tidak ingin dituliskan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved