Panin Sekuritas Gelar Seminar Market Outlook 2019, Berikut Rekomendasi Salam Pilihan

Masyarakat umum apalagi investor sudah banyak yang akrab dengan istilah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG

Panin Sekuritas Gelar Seminar Market Outlook 2019, Berikut Rekomendasi Salam Pilihan
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens (tiga dari kanan/baju hijau), Economist Panin Sekuritas, Frida (dua dari kanan), bersama Branch Manager Panin Sekuritas Medan, Darmin (tiga dari kiri) dan beberapa peserta seminar di PT Bursa Efek Indonesia Jalan Ir. H. Juada Baru No A5-A6, Medan, Jumat (8/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Masyarakat umum apalagi investor sudah banyak yang akrab dengan istilah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Namun, tak banyak yang mengetahui arah IHSG dan saham pilihan 2019.

Panin Sekuritas menggelar seminar dengan tema Market Outlook 2019, staying calm in a sea of uncertainty (tetap tenang di lautan ketidakpastian). 

Kegiatan ini mengundang dua pembicara yakni Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens dan Economist Panin Sekuritas, Frida.

Acara ini diikuti lebih kurang 130 orang, yang datang dari kalangan investor, mahasiswa, dan masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.45 WIB di PT Bursa Efek Indonesia Jalan Ir. H. Juada Baru No A5-A6, Medan, Jumat (8/2/2019).

Kegiatan ini juga diapresiasi Konsultan/Trainer Bursa Efek Indonesia, Kantor Perwakilan Medan, Ferdinan Sihombing. 

Ferdinand berharap agar seluruh peserta yang hadir dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena dengan adanya seminar ini dapat menambah ilmu dan pemahaman tentang saham.

Seminar ini dipandu oleh moderator, Branch Manager Panin Sekuritas Medan, Darmin. Ia mengatakan seminar ini sebuah bentuk apresiasi Panen Sekuritas yang turut aktif dalam memasarkan kegiatan investasi.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens mengatakan pertumbuhan melambat di perekonomian global, pengetatan suku bunga serta ketidakpastian yang tinggi terkait perang dagang.

Estimasi pertumbuhan yang lebih rendah di US (United States), sehingga turunnya probabilitas kenaikan Fed rate, menjadi katalis positif untuk emerging market.

"Kekahwatiran dalam negeri masih terkait ketidakpastian akan pemilihan umum, pelemahan nilai tukar rupiah serta melebarkan defisit neraca berjalan. Sektor pilihan consumer-related, telkomunikasi dan infrastruktur," ucap Nico.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved