Petugas Polisi Amankan Dua Pria yang Diduga Pelaku Curanmor Saat Patroli

Guna menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya, petugas Reskrim Polsek Medan Area melaksanaan patroli.

Petugas Polisi Amankan Dua Pria yang Diduga Pelaku Curanmor Saat Patroli
Istimewa
Ilustrasi curanmor 

TRIBUN-MEDAN.COM - Guna menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya, petugas Reskrim Polsek Medan Area melaksanaan patroli.

Adapun kawasan jalanan yang menjadi perhatian petugas Polsek Medan Area yakni, Jalan Seto, Jalan Bhakti, Jalan AR Hakim, Jalan Menteng VII, Jalan Sabaruddin, Jalan Emas.

Jalan Medan Area selatan, Jalan Panglima Denai, Jalan Medan Area Selatan, Jalan Menteng II, Jalan Wahidin, Jalan Puri.

Jalan Kapten Jumhana, Jalan Bakaran Batu, Jalan Pasar Merah, Jalan Thamrin, Jalan Sutrisno, Jalan Logam, Jalan Asia Megamas dan Jalan Batu Bara.

Hunting tersebut dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu ALP Tambunan, SH, beserta Ipda M.P. Hutauruk, Aiptu Fery Syam, Aiptu Hasan Saleh, Aiptu GP Siburian, Aipda J Hutagalung dan Bripka Ridwan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu ALP Tambunan mengatakan pada patroli tersebut berhasil mengamankan dua pria yang diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor.

Untuk identitas keduanya yakni, Judik Exaudi Silaban (31) warga Jalan Tangguk Bongkar VIII, Kelurahan Mandala II, Kecamatan Medan Denai dan Imanuel Sitinjak alias NUEL (17) warga Tangguk Bongkar VII, Kelurahan Mandala II, Kecamatan Medan Denai.

"Dari tangan keduanya kami mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi BK 4493 ACP, satu unit becak bermotor Honda Revo tanpa plat, Kunci T dan dua buah gembok," ucapnya, Jumat (8/2/2019).

Setelah pengembangan, lanjut Kanit, pelaku Judik mengaku pernah melakukan pencurian pada Januari 2019 TKP di belakang Hermes bersama rekannya PP (DPO).

"Pelaku mengambil sepeda motor Supra Fit warna hitam, dijual ke Selambo Rp 2 juta dab dapat bagian Rp 480 ribu. Ia juga melakukan pencurian kembali pada Januari di daerah Setia Budi. Hasil sepeda motor Honda Revo warna merah hitam dijual ke Jermal XV seharga Rp 1,1 juta pembagian Rp 280 ribu dan dihabiskannya untuk main judi dindong. Dan kembali bermain pada akhir Januari 2019 di sekitar Pajak Melati," ujar Iptu ALP Tambunan.

Untuk pelaku Immanuel, sambung Iptu ALP Tambunan, ia mengaku melakukan pencurian sepeda motor di Ngumban Surbakti bersama dua rekannya dan mengambil satu unit becak barang Jupiter Merah Hitam dijual seharga Rp 1 juta.

"Untuk Immanuel ada enam TKP. Lokasi ke dua yakni di Pajak Pringgan mengambil 1 unit sepeda motor Mio Seoul warna biru di jual Rp 1,5 juta. Di Tanjung Morawa bersama mengambil satu unit Mio Sporty warna merah dijual dengan harga Rp 2 juta. Lokasi berikutnya di Jalan Menteng VII mengambil satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah dijual dengan harga Rp 2.5 juta," ujarnya.

Tidak hanya itu, sambung Kanit, Immanuel juga diduga melakukan aksi pencurian di Jalan Bromo di tempat kos kosan mengambil satu unit sepeda motor Spin warna hitam dijual dengan harga Rp 800 ribu.

"Terakhir ia melakukan aksi pencurian sepeda motor di Sukaramai mengambil sepeda motor Yamaha Mio Seoul warna Hijau. Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan di Lapangan," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved