Ini Strategi Atlet Tenis Meja Medan Muhammad Al'qaaf Targetkan 2 Medali Emas Hadapi Porprovsu

Muhammad Khair Al'qaaf, Atlet putra cabang olahraga (Cabor) Tenis Meja binaan PTMSI Kota Medan

Ini Strategi Atlet Tenis Meja Medan Muhammad Al'qaaf Targetkan 2 Medali Emas Hadapi Porprovsu
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Atlet putra cabang olahraga (Cabor) Tenis Meja Kota Medan Muhammad Khair Al'qaaf. Peraih 1 Medali emas kategori ganda putra dan 1 perak beregu putra pada Porseni Politeknik se-Indonesia di Jakarta tahun 2018 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Muhammad Khair Al'qaaf, Atlet putra cabang olahraga (Cabor) Tenis Meja binaan PTMSI Kota Medan menargetkan mampu mendulang 2 medali emas dari nomor ganda putra dan beregu pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang rencananya akan digelar pada bulan Juni mendatang.

Sedangkan dari nomor tunggal putra, atlet muda yang akrab disapa Al'qaaf ini menargetkan minimal mampu menembus semi final untuk menjaga peluangnya bisa lolos berlaga di ajang Pra-PON 2019.

"Targetnya medali emas dari nomor ganda dan beregu. Target nomor tunggal (single) putra masuk semi final, karena kita kan mengetahui ada senior-senior dari daerah lain," ujarnya kepada Tribun Medan, Sabtu (9/2/2019).

Al'qaaf yang tergabung di klub tenis meja PTM Sahabat ini mengatakan, saat ini dirinya tengah mempersiapkan diri menuju Porprovsu 2019 yang sudah di depan mata.

Selain menjalani latihan rutin di bawah asuhan pelatih dari PTMSI Medan, Atlet muda Kelahiran tahun 1997 ini pun rutin melakoni latihan di rumah maupun di klub untuk terus meningkatkan kemampuannya.

"Latihan rutin sampai Porprovsu. Kalau saya latihan di rumah sama Papa latihan pakai bola banyak, latihan spin, segala macam, kemudian latihan fisiknya ada lari dan skiping. Latihannya juga sering di klub TSP Menda Denai kadang di lapangan merdeka, kadang di stadion Jasdam Gaperta atau pagi di rumah," terang Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Politeknik Negeri Medan ini.

Menurut Al'qaaf, untuk bisa jadi juara diperlukan stamina yang kuat sebab perjalanan antar pertandingan tenis meja juga panjang. Apalagi pada Porprovsu mendatang kualitas lawan-lawan yang dihadapi bisa dibilang hampir setara.

Strateginya, kata Al'qaaf, kalau dari beregu umumnya akan dicari para pemain andalan yang senior untuk dipadukan. 

Sedangkan untuk menghadapi partai tunggal dirinya harus semakin berlatih keras meningkatkan teknik pukulan serta fisik di sisa waktu jelang Porprovsu. 

Apalagi dirinya akan menghadapi lawan-lawan tangguh tidak hanya dari daerah lain namun juga dari sesama atlet Medan.

"Sebenarnya merata untuk yang Porprovsu sekarang, ada dari Labuhanbatu, dari Tebing juga ada, dari Batubara juga lumayan bagus, dari Medan kuat-kuat juga. Jadi Harus tingkatkan teknik pukulan dan fisik, karena lawannya akan makin berat, istilahnya jam pertandingannya ketat. Kalau gak nanti separuh jalan putus akhirnya kalah karena kualitas fisiknya rendah. Selain itu, Sebelum Porprovsu yang bulan 6, kalau ada turnamen-turnamen ya diikutin," kata peraih 1 emas dan 1 medali perak pada Porwilsu tahun 2018 ini.

Lebih lanjut, kata Al'qaaf, meski harus menghadapi lawan berat, dirinya tetap optimistis bisa mencapai targetnya tersebut. Apalagi bagi Al'qaaf yang baru kali pertama ikut Porprovsu merasa bahwa ajang tersebut merupakan yang paling di Sumatera Utara. Selain itu, menurutnya PTMSI kota Medan juga diunggulkan dan memiliki tradisi untuk bisa juara serta selalu diperhitungkan di Porprovsu.

"Kita menjaga tradisi itu, apalagi kita bawa nama PTMSI dan KONI Medan," kata Peraih 2 medali emas dan 1 perak pada Porseni Politeknik se-Indonesia di Manado tahun 2016 ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved