Pasutri Bersama-sama Dirikan Rumah Belajar Yatim Dhuafa Ar Rasyid

sepasang suami istri Ahmad Idham Nasution dan Putri Ratna Dewi mendirikan Rumah Belajar Yatim Dhuafa Ar Rasyid

Pasutri Bersama-sama Dirikan Rumah Belajar Yatim Dhuafa Ar Rasyid
Tribun Medan / HO
Satu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak Rumah Belajar Yatim Dhuafa Ar Rasyid beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Berkat kecintaan mengajar, sepasang suami istri Ahmad Idham Nasution dan Putri Ratna Dewi mendirikan Rumah Belajar Yatim Dhuafa Ar Rasyid pada tahun 2018. 

Saat ini, mereka bekerja sama dengan Solidarity Cyber Action (SCA) untuk bersama upayakan pendidikan anak-anak yang membutuhkan dana pendidikan.

"Saya dan istri sudah dari dulu berkegiatan sosial. Kami juga sudah lama mengajar mengaji ke masjid kecamatan sebelah. Kami berfikir, kenapa enggak berbuat untuk daerah sendiri. Anak-anak di sini pun pendidikan agama dan akhlaknya kurang. Dari keberanian, tekad dan rezeki diberikan tempat, kita membuka sekolah ini," ungkap Ahmad kepada Tribun-Medan.com.

Sang istri, Putri, menceritakan bagaimana keluh kesahnya melihat problem anak-anak di lingkungan Jalan Puskesmas 1, Sunggal, tempat mereka membuka sekolah akhlak.

"Kita mau memperbaiki, anak-anak ini luar biasa enggak ada akhlaknya. Apalagi dari ekonomi menegah ke bawah. Ada yang tinggal dengan neneknya, ada yang dengan ibunya yang kerja buruh cuci, tidak diperhatikan. Macam-macamlah," katanya.

Ibu dua orang anak yang sedari sekolah sudah mengajar, menilai, Remaja tidak dipaksa. Merek harus menarik-ulur. 

Karena kalau dipaksa, kelakuan bisa semakin menjadi. Setiap anak punya cara mendidiknya masing-masing. Sekolah ini tidak memiliki kurikulum baku, mereka diajarkan agar bakat mereka bisa terlihat dan diasah. 

Mereka biajarkan bagaimana menjadi anak yang berpendidikan. Mereka diajari mengaji dan etika.

"Padahal di sini bukan daerah pinggiran, kan. Karena itu lah mereka merasa tidak ada masalah dan semakin bebas. Masih SD sudah merokok. Pacaran di kuburan, narkoba. Kami tidak tebang pilih. Kita membantu sebisa mungkin dari galang donasi untuk membantu mereka yang tidak bisa membayar uang sekolah," tambahnya.

Ia tidak ingin anak-anak putus sekolah. Ia dan suami mengusahakan membuka jalan, "Kami bekerja sama dengan kakak-kakak SCA dan kawan-kawan yang lain untuk mengupayakan pendidikan adik-adik ini. Kami selalu cerita ke SCA."

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved