Satgas Ini Minta Hukum Kebiri Untuk Amat, Ayah yang Tega Cabuli Dua Putri Kandungnya

Muslim Harahap SH MH mengaku sangat menyayangkan masih ada lagi pelaku-pelaku kejahatan terhadap anak.

Satgas Ini Minta Hukum Kebiri Untuk Amat, Ayah yang Tega Cabuli Dua Putri Kandungnya
Dok Polrestabes Medan
Tersangka pencabulan Yuda Aswin alias Amat (34) yang tega mencabuli kedua anak perempuannya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pencabulan yang dilakukan oleh tersangka Yuda Aswin alias Amat (34), Warga Percut Sei Tuan terhadap kedua anak perempuannya, cukup begitu memilukan hati.

Harusnya seorang Ayah melindungi buah hatinya, malah tega menjadikan buah hatinya sebagai pelampiasan nafsu.

Tak tanggung-tanggung, perbuatan bejat itu sudah dilakukan tersangka Amat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, hanya demi memuaskan egonya semata terhadap kebutuhan gairah seksualnya.

Menanggapi kasus ini, Tim Advokasi Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Sumut, Muslim Harahap SH MH mengaku sangat menyayangkan masih ada lagi pelaku-pelaku kejahatan terhadap anak.

Menurutnya, peran dari pemerintah dan dinas-dinas terkait harus benar-benar melindungi anak. Yang mana harus di evaluasi dan dikaji mana peran keluarga, masyarakat dan pemerintah pusat dan daerah terkait perbuatan itu.

"Perbuatan delik pidana yang dilakukan oleh orangtuanya jelas pemberatan hukuman," kata Muslim, Sabtu (9/2/2019).

Baca: Ayah Bejat,Tega Mencabuli Dua Putri Kandungnya Sejak Duduk di Bangku Sekolah SD

Ilustrasi - Pencabulan. (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan)
Ilustrasi - Pencabulan. (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan) (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan)

Muslim menjelaskan bahwa dimasa pemerintahan ini telah melahirkan UU No 17 tahun 2016 tentang pengesahan PP No 1 tahun 2016 terkait dengan kejahatan seksual anak. 

Pada pasal 81 dan 82, pelaku cabul terhadap anak diberikan hukuman 20 tahun penjara dan berdasarkan UU No 35 tahun 2014 pasal 80 ayat 3, apabila yang melakukan kejahatan itu adalah orangtuanya maka ditambah sepertiga dari pidana pokok.

Masih kata Muslim, UU No 17 tahun 2016 menjerat hukuman pidana selama 20 tahun dan mengkaji UU No 35 tahun 2014 pasal 80 ayat 3 ditambah 1/3 dari pidana pokok, artinya 20 tahun penjara ditambah 1/3 berarti 25 tahun pelaku mendapat pidana penjara.

Lebih lanjut, pidana penjara yang dimaksud adalah pidana tentang tindakan, tentang tambahan dan pidana kebiri. 

Halaman
123
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved