Jaring Atlet untuk Pelatda PraPON 2019, PRSI Sumut Bikin Seleksi Daerah

Proses seleksi yang diikuti sekitar dua ratusan atlet renang tersebut digelar di Kolam Renang Selayang.

Jaring Atlet untuk Pelatda PraPON 2019, PRSI Sumut Bikin Seleksi Daerah
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Atlet renang mengikuti seleksi daerah untuk Pelatda PraPON 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Persatuan Renang Seluruh Indonesia Sumatera Utara (PRSI Sumut) menggelar seleksi daerah (Selekda) untuk menjaring Atlet-atlet yang akan mengikuti Pelatihan daerah (Pelatda) sebagai persiapan menuju Kejurnas bulan April dan Porwil se-Sumatera di Bengkulu sekitar bulan September yang juga merupakan ajang PraPON 2019.

Proses seleksi yang diikuti sekitar dua ratusan atlet renang tersebut digelar di Kolam Renang Selayang Medan, Minggu (10/2/2019).

Sekretaris umum (Sekum) pengurus provinsi (Pengprov) PRSI Sumut Yopie War mengatakan, Selekda yang digelar hari Minggu diikuti oleh atlet-atlet yang berasal dari 20 kabupaten/kota se Sumut.

Para atlet yang ikut mulai dari tingkat junior berumur 10 tahun, hingga atlet yang berumur 22 tahun dengan 12 nomor masing-masing untuk putra dan putri yakni nomor 50,100,200 meter gaya dada, 50,100,200 meter gaya bebas, 50,100,200 gaya kupu-kupu, 50,100,200 gaya punggung.

"Selekda diikuti atlet Medan, Padangsidimpuan, Binjai, Langkat, Deliserdang, Karo, Siantar, Madina, Tapanuli Tengah, Tobasa, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Sibolga, Samosir, Tapanuli Selatan, Batubara, Asahan, dan Labusel. Dari 20 kabupaten/kota itu ada dua kabupaten yakni Karo dan Tapanuli Tengah belum mempunyai Pengcab PRSI nya, namun mereka punya atlet kita perbolehkan saja main, karena nanti apabila lolos mereka bawa nama Sumatera Utara," ujarnya kepada Tribun Medan, Minggu (10/2/2019).

Yopie juga menjelaskan, dari seluruh atlet yang ikut seleksi, hanya diambil para juara satu dari tiap nomor yang dipertandingkan untuk dipersiapkan mengikuti pelatda PraPON 2019. Sedangkan untuk juara dua, sambung Yopie akan dijadikan pelapis sebagai persiapan pelatda jangka panjang level kedua menuju PON 2024 dimana Sumut menjadi tuan rumahnya. Sementara itu untuk nomor estafet akan dibentuk dari tim yang telah diisi oleh para atlet yang lolos Selekda.

"Di cabang renang batasan umur tidak ada. Biarpun dia junior, kalau best time nya bagus, ya kita tetap bina. Sesuai dengan arahan KONI ada program KONI Sumatera Utara untuk jangka panjang Pelatda, untuk 2024 apalagi kita tuan rumah, jadi yang level kedua ini yang dibina, tapi tidak tertutup nanti ada degradasi misalnya mereka nanti latihannya kurang maka naik nanti yang ibaratnya yang juara di bawahnya," terangnya.

Lebih lanjut, kata Yopie, pihaknya mengapresiasi antusiasme atlet dalam mengikuti Selekda yang digelar PRSI Sumut. Bisa dibilang Selekda yang digelar pihaknya kali ini merupakan seleksi terbesar dibanding Selekda yang pernah digelar sebelumnya.

Rencananya, lanjut Yopie, hasil Selekda yang digelar PRSI Sumut akan dilaporkan ke KONI Sumut. Nantinya setelah semua rampung, maka atlet-atlet yang ikut pelatda PraPON akan diberikan SK oleh KONI Sumut.

"Harapan kita mudah-mudahan terbentuklah tim renang Sumut dalam rangka Kejurnas di Jakarta dan bisa 'berbicara' pada pelaksanaan Porwil se Sumatera di Bengkulu tahun ini, itu yang paling penting. Dan itu nanti Kejurnas bulan April ini juga merupakan saringan menuju ke Porwil. Jadi belum tentu yang lolos Selekda akan lolos semua ke Porwil karena nanti kita berbicara limit di situ," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved