Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Okupansi Hotel di Sekitar Bandara Sepi

saat ini ia menyebut dampak penurunan konsumen sudah mencapai 15 persen karena memang market hotel adalah penumpang transit.

Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Okupansi Hotel di Sekitar Bandara Sepi
Kontan
Foto Ilustrasi: Dampak tingginya harga tiket pesawat 

TRIBUN-MEDAN.com - Hotel-hotel yang ada di sekitar wilayah Bandara Kualanamu ikut merasakan dampak kenaikan harga tiket pesawat yang masih tinggi.

Beberapa di antara hotel tersebut yakni hotel Horison Sky Kualanamu dan hotel Prime Plaza Kualanamu.

Pihak hotel menyebut sudah merasakan dampak kenaikan harga tiket pesawat sejak Januari lalu.

Ganeral Manager Hotel Horison Sky Kualanamu, Wisnu menjelaskan mereka merasakan dampak kenaikan harga tiket pesawat lantaran keberadaan hotel memang berada di area terminal.

Untuk saat ini ia menyebut dampak penurunan konsumen sudah mencapai 15 persen karena memang market hotel adalah penumpang transit. Mereka sangat khawatir kalau kondisi ini terus berkelanjutan.

"Tentu ini sangat bahaya kalau terus berkepanjangan (harga tiket tetap mahal) baik untuk hotel kita maupun hotel yang kain. Karena memang kita lihat bandara saat ini masih terus sepi. Ya itukan orang untuk bepergian menahan diri dulu. Termasuk saya yang asli orang Denpasar efeknya ya mau pulang nanti-nanti dulu lah, karena harga tiket sangat mahal. Ya menikmati dan liburan di sini dulu lah,"kata Wisnu.

Ia heran mengapa kondisi ini bisa terjadi sebab disadari harga tiket ke luar negeri seperti ke Malaysia jauh lebih murah saat ini. Public Relationship Hotel Prime Plaza Kualanamu, Dewi Sartika menyebut kalau penurunan omset mulai dari 30 hingga 40 persen. Disebut kalau sebelumnya mereka juga sudah ada mengeluarkan promo untuk menarik konsumen namun sejauh ini belum berdampak positif.

" Udah tiga kali kita buat promo ya belum ada yang pesan juga. Jadi kami memang benar-benar merasakan dampaknya kali dan cukup tinggi 30 sampai 40 persen penurunan. Mau murah mau mahal karena memang lagi sepi ya enggak jalan juga memang jadinya promo,"kata Desi.

Karena hotel Prime Plaza ini adalah hotel bintang empat ia menyebut pasar mereka bukanlah semata untuk penumpang transit. Saat ini yang tidak ada pengaruhnya adalah ruang pertemuan karena ini tetap dipakai oleh banyak pihak seperti pemerintahan. Mereka hanya berharap agar harga tiket pesawat ini bisa dalam waktu cepat untuk kembali turun.

"Yang hotel transit saja sekarang ini berdampak apalagi kita. Kalau berkelanjutan seperti ini ya tentu akan berbahaya itu untuk kamar ya, tapi kalau untuk ruang pertemuan sama sekali belum ada pengaruhnya, karenakan ruang meeting kita itu besar. Pasar kita jugakan pemerintah,"katanya. (dra/tribun-medan)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved