Porwil se Sumatera 2019, Atlet Renang Sumut Ini Targetkan Medali Emas dan Lolos PraPON

dirinya lebih sering latihan renang dengan memfokuskan pada renang jarak panjang untuk memperkuat stamina.

Porwil se Sumatera 2019, Atlet Renang Sumut Ini Targetkan Medali Emas dan Lolos PraPON
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Andi Fauzan Permatani Atlet olahraga Renang Sumut. Peraih Medali perunggu Kejurnas 2017. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet renang Sumatera Utara, Andi Fauzan Permatani, menargetkan mampu meraih medali emas dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu dan 1.500 gaya bebas pada perhelatan Pekan Olahraga Wilayah se Sumatera (Porwil) yang rencananya akan digelar di Bengkulu pada bulan September mendatang.

Selain akan mengikuti Porwil se Sumatera yang juga merupakan ajang PraPON 2019, Siswa kelas XI SMA Negeri 4 ini juga memiliki agenda lain mengikuti Kejurnas di Jakarta pada bulan April mendatang.

"Kalau Kejurnas pasti ada target hanya memperbaiki waktu dan masuk final A (delapan besar). Porwil Bengkulu dari tiga nomor, 200 meter gaya kupu-kupu, 1500, dan 400 meter gaya ganti. Kalau target kan kalau mau kepilih ke PON banyak yang bilang harus emas. Dari 200 meter gaya kupu-kupu, dan 1500 gaya bebas Insha Allah kalau saya berlatih masih bisa (emas) optimistis, tapi kalau 400 ganti saya masih ada satu lawan di Riau itu gak beda jauh waktunya sama saya," ujarnya kepada Tribun Medan, Minggu (10/2/2019).

Andi yang juga menjadi salah satu atlet yang lolos Selekda yang diselenggarakan oleh PRSI Sumut ini juga mengatakan dirinya sudah rutin menjalani latihan hampir setiap hari.

Umumnya kata Andi, dirinya lebih sering latihan renang dengan memfokuskan pada renang jarak panjang untuk memperkuat stamina dan daya tahannya.

"Persiapannya kayak biasa fokus di nomor panjang. Latihan pagi Senin-Sabtu ada program yang kita buat sendiri, kebanyakan si di endurance (daya tahan) karena banyak turun di jarak panjang. Senin-Sabtu berenang di Selayang jam 5 pagi, sorenya fisik. Kalau hari Minggu latihan renangnya bisa agak fleksibel, Latihan fisik ya paling skiping, di rumah, lari sudah jarang," terang Peraih Medali perunggu Indonesia open di Jakarta tahun 2017 ini.

Atlet kelahiran tahun 2002 ini mengungkapkan, untuk Porwil di Bengkulu mendatang, ada sejumlah atlet tangguh yang patut diwaspadainya. Atlet-atlet tersebut kata Andi juga sudah sering dihadapinya pada Kejuaraan renang lain yang pernah diikuti sebelumnya.

"Ada dari Riau, Palembang, dan Padang. Paling sering ketemu di Kejurnas atau Indonesia open, karena itu ajang tahunan yang sudah pasti ada Hadi diikuti juga," jelas Peraih 2 medali perunggu O2SN tahun 2016 di Jakarta ini.

Lebih lanjut, kata Andi, untuk menghadapi saingan-saingan tangguh tersebut, dirinya pun bertekad untuk semakin memperkuat daya tahan dan staminanya.

Menurut Andi, endurance atau daya tahan merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan atlet renang, dengan giat berlatih renang jarak panjang maka akan semakin memperkuat daya tahannya.

"Kalau endurance kita kuat, otomatis sprint itu sudah biasa, karena jaraknya sudah melebihi sprint itu," tandas Peraih Medali perunggu Kejurnas tahun 2017 di Palembang ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved