Tak Ingin Ikut Tergerus Gawai, KOPKI Bersolidaritas Galang Dana untuk Korban Banjir

Kopki ingin menunjukkan jiwa sosial pemuda sekarang yang mulai tergerus oleh gawai.

Tak Ingin Ikut Tergerus Gawai, KOPKI Bersolidaritas Galang Dana untuk Korban Banjir
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Komunitas One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI) Medan tanamkan jiwa sosial berbagi dan solidaritas dengan galang dana, Minggu (10/2/2019) di Bundaran SIB Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sesuai dengan nilai-nilai persahabatan dan kekeluargaan yang didapatkan di anime One Piece, Komunitas One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI) Medan tanamkan jiwa sosial berbagi dan solidaritas.

Mereka membuat aksi galang dana korban banjir Sulawesi bekerja sama dengan NGO dengan komunitas lain, Minggu (10/2/2019) di Jalan Gatsu, Medan.

Ketua Umum Kopki Medan Yusuf Satya mengungkapkan kegiatan turun ke jalanan tersebut baru pertama kali mereka lakukan.

"Aksi sosial biasanya kami lakukan di panti asuhan. Kami ingin mencoba hal yang baru," katanya.

Dari kegiatan ini, Kopki ingin menunjukkan jiwa sosial pemuda sekarang yang mulai tergerus oleh gawai.

Lewat kebersamaan, kegiatan semacam ini mampu menumbuhkan jiwa sosial dan berpengaruh positif ke internal karena meringankan beban saudara.

Hasil kegiatan galang donasi yang dilakukan hingga sore hari ini akan diserahkan kepada lembaga Aksi Cepat Tanggap.

Komunitas One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI) berdiri pada 2013 di Jabodetabek, Kopki Medan kemudian hadir pada 2016.
"Kita awalnya ingin mengumpulkan teman-teman yang suka manga One Piece. Kemudian dikembangakan ke koleksi action figure, pentas seni, costum play, belajar seni, crafting, dan sarana kreatif lainnya," katanya.

Mereka selalu menamkan pesan yang ada di karakter One Piece yaitu kebersamaaan. Yusuf mengaku sangat senang ketika bisa berkumpul dengan teman satu hobi.

"Kebersamaan, persahabataan, mendukung cita-cita teman, bersama-sama sukses menuju ke tahapan yang lebih bagus," tambah laki-laki yang menyukai komik sejak kecil ini.

Kedepannya, Kopki Medan akan membuat seminar nasional anti narkoba, mencoba masuk ke sekolah dasar untuk mengenalkan kartun masa kecil, coloring event dan upgrading internal.

"Kami ingin mengaktifkan penyuka anime untuk bergerak ke masyarakat. Ayo berkreatif meskipun sedikit. Harapannya, dari ilmu manga yang banyak filosofinya, bisa diterapkan dalam hidup dan dikaryakan untuk masyarakat. Saatnya anak-anak generasi kita berkarya. Dan juga gnggota Kopki bisa seimbang antara hidupnya dan kebermanfaatannya untuk masyarakat," pungkasnya.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved