Targetkan Medali Emas di Peparnas Papua 2020, Heryman Kemit Giat Berlatih

Heryman Kemit, Atlet difabel Cabang olahraga (cabor) catur yang tergabung di National Paralympic Committee Sumatera Utara

Targetkan Medali Emas di Peparnas Papua 2020, Heryman Kemit Giat Berlatih
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Heryman Kemit, salah satu atlet Tuna Netra yang tergabung di National Paralympic Committee Sumatera Utara (NPC Sumut) cabang olahraga Catur kelas B1/T11. Heryman pernah meraih 2 Medali Perak pada Peparnas di Bandung, Jawa Barat tahun 2016 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Heryman Kemit, Atlet difabel Cabang olahraga (cabor) catur yang tergabung di National Paralympic Committee Sumatera Utara (NPC Sumut) membidik medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Papua tahun 2020.

Namun sebelum mengikuti Peparnas tahun depan, Heryman bertekad lolos seleksi daerah (Selekda) yang rencananya akan digelar pada bulan Maret mendatang di Medan.

Selekda tersebut menjadi ajang penentu bagi atlet kelahiran tahun 1979 ini untuk bisa mengikuti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Papua tahun depan.

"Tahun 2019 ikut seleksi daerah di sini pada bulan tiga untuk penetapan atlet ke Peparnas Papua tahun 2020. Target pertama lolos ke Peparnas. Kemudian target di Peparnas Papua emas juga," ujarnya, Minggu (10/2/2019).

Saat ini, kata Heryman, Selain rutin berlatih catur tiga kali seminggu di kantor NPC Medan, dirinya juga rutin mencari partner bertanding (sparing) di warung-warung.

Bahkan untuk semakin meningkatkan kemampuannya, Heryman yang bermain di kelas B1/T11 (tuna netra) ini juga sering dilatih khusus (private) oleh pelatihnya yakni Erhan Tarmizi.

"Persiapannya tentu latihan, baik di sini (NPC Medan) ataupun di rumah dengan melakukan Sparing-sparing di warung melawan orang yang bisa melihat, kemudian menjaga pola hidup, istirahat, dan makanan," terang peraih 2 Medali Perak pada Peparnas di Bandung, Jawa Barat tahun 2016 ini.

Lebih lanjut kata Heryman, pada Peparnas mendatang dirinya sudah memperkirakan akan bertemu dengan sejumlah atlet tangguh dari daerah lain.

Selain dengan giat berlatih, untuk menghadapi lawan-lawan tangguh dari daerah lain itu, juga sangat dibutuhkan ketenangan dan mental bertanding yang kuat. 

Apalagi Menurut Heryman, catur merupakan olahraga yang didominasi oleh pikiran, karena itu jika pikiran sudah tidak menentu atau stres, maka si atlet akan hancur dan sulit meraih kemenangan.

Namun meski harus menghadapi sejumlah lawan tangguh asal dari daerah lain, dirinya tetap optimistis bisa mencapai target tersebut.

"Oh banyak (lawan berat). Kalau untuk kelas B1 itu paling berat. Ada dari Jawa Barat, kemudian ada Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jawa Tengah. Kita jago tapi gak ada mental, dah gak tenang, makanya kita juga persiapkan dengan terus sparing supaya tidak gugup. Tapi tetap yakin optimistis," pungkas peraih medali perunggu Kejurda NPC Sumut tahun 2017 ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved